ABNnews – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan apresiasi setinggi langit bagi para pelaku UMKM yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC). Tak tanggung-tanggung, Airlangga menyebut para pemilik toko kelontong ini sebagai pahlawan yang menjaga ekonomi Indonesia tetap perkasa.
“Jadi jelas Bapak-Ibu ini adalah penunjang perekonomian nasional, dan Anda-Anda ini adalah pahlawan ekonomi nasional. Indonesia ekonominya resilience karena adanya Bapak-Ibu,” ujar Airlangga dalam acara Pesta Retail 2026 di Kabupaten Bogor, Senin (26/1/2026).
Omzet Gila-gilaan, Saingi Ritel Modern
Kekuatan ekonomi rakyat ini bukan isapan jempol belaka. Kontribusi warung-warung anggota SRC terhadap ekonomi nasional tercatat sangat signifikan. Total omzetnya mencapai angka fantastis, yakni Rp 236 triliun per tahun.
Angka tersebut setara dengan 11,3% dari PDB ritel nasional. Airlangga menekankan nilai lebih dari ekosistem ini adalah kepemilikannya yang tidak terpusat pada raksasa bisnis tertentu.
“Kita beri tepuk tangan kepada manajemen SRC karena ini adalah bentuk pemerataan yang konkret. SRC tidak dimiliki oleh satu atau dua keluarga konglomerat, tetapi dimiliki oleh pengusaha-pengusaha UMKM,” tegasnya.
UMKM ‘Melek’ Digital: Transaksi QRIS Meroket
Selain omzet yang jumbo, UMKM Indonesia juga terbukti makin canggih. Berdasarkan data Kuartal IV-2025, transaksi menggunakan QRIS tumbuh gila-gilaan hingga 139,99% (yoy), di mana mayoritas penggunanya adalah pelaku UMKM.
Saat ini, sekitar 250.000 toko telah bergabung dalam ekosistem SRC dan bertransformasi menjadi pasar modern melalui platform digital. Untuk terus mendukung tren positif ini, Pemerintah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 295 triliun pada tahun 2026 dengan bunga rendah 6% per tahun.
Serap 1 Juta Tenaga Kerja
Ekosistem pemberdayaan yang digawangi PT HM Sampoerna Tbk. selama 18 tahun ini juga menjadi mesin penyerap lapangan kerja yang efektif. Tercatat ada sekitar 1 juta tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya di jaringan toko rakyat ini.
Pemerintah pun berkomitmen terus memfasilitasi transformasi ini, termasuk menyiapkan ruang kantor bagi startup digital di 15 daerah untuk menyokong kebutuhan teknologi para pelaku usaha kecil di seluruh pelosok negeri.













