ABNnews — AirNav Indonesia resmi meningkatkan standar pelayanan navigasi di Bandar Udara Lede Kalumbang, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Layanan navigasi di bandara yang sebelumnya bernama Bandara Tambolaka ini kini naik kelas dari Aerodrome Flight Information Service (AFIS) menjadi Aerodrome Control Tower (ADC/TWR).
Peningkatan layanan ini mulai efektif diimplementasikan sejak 22 Januari 2026. Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional perusahaan untuk memperkuat keselamatan penerbangan di wilayah yang terus berkembang.
“Dengan peningkatan menjadi layanan Tower (ADC/TWR), petugas Air Traffic Controller (ATC) memiliki kewenangan pengendalian aktif terhadap pergerakan pesawat di darat maupun di udara sekitar bandara,” ujar Avirianto dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).
Apa Bedanya? ATC Kini Punya Kendali Penuh
Sebelumnya, sistem AFIS hanya memungkinkan petugas memberikan informasi lalu lintas dan kondisi bandara kepada pilot tanpa kewenangan pengendalian langsung. Namun, dengan status Tower, pengaturan lalu lintas penerbangan kini dilakukan secara lebih terstruktur, aman, dan efisien.
Peningkatan ini mencerminkan kesiapan AirNav dari segala sisi, mulai dari sistem, fasilitas, hingga sumber daya manusia. Pasalnya, Bandara Lede Kalumbang merupakan pintu masuk penting bagi konektivitas udara di NTT.
Persiapan Panjang Sejak 2019
Ternyata, proses peningkatan layanan ini sudah dipersiapkan sejak tahun 2019. Prosesnya mencakup pengajuan Konsep Operasi (Konops), sertifikasi, hingga pemenuhan kompetensi personel.
“Sebanyak lima personel ATC Unit Tambolaka telah dinyatakan lulus uji kompetensi dan memperoleh rating Tower (TWR–WATK) dari regulator,” tambah Avirianto.
Langkah ini pun didukung penuh oleh Kementerian Perhubungan dengan terbitnya Sertifikat Penyelenggara Pelayanan Manajemen Lalu Lintas dan Telekomunikasi Penerbangan.
Dongkrak Ekonomi Sumba Barat Daya
AirNav optimistis kualitas keselamatan penerbangan nasional akan semakin meningkat seiring menguatnya konektivitas udara. Harapannya, peningkatan layanan navigasi ini memberikan dampak domino bagi kesejahteraan warga setempat.
“Kita semua berharap peningkatan ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Sumba Barat Daya,” tutup Avirianto.













