banner 728x250

Pelecehan di KRL Jakarta-Bogor Viral, Kakek 63 Tahun Kini di-Blacklist Permanen!

Ilustrasi (Pixabay/Engin_Akyurt)

ABNnews – Aksi tak terpuji kembali terjadi di moda transportasi primadona warga urban. Seorang pria lansia berusia 63 tahun nekat melecehkan penumpang wanita saat perjalanan KRL rute Jakarta-Bogor, Sabtu (24/1/2026). Kini, terduga pelaku dipastikan tak bisa lagi menginjakkan kaki di dalam Commuter Line.

Peristiwa ini mendadak viral setelah diunggah oleh akun Instagram @info_jabodetabek. Kejadian bermula saat korban transit di Stasiun Manggarai dan naik KRL tujuan Bogor untuk menuju Stasiun Depok Baru. Di tengah perjalanan, korban mulai merasa ada “sentuhan” mencurigakan dari arah belakang.

Awalnya, korban berusaha berpikiran positif karena kondisi gerbong yang cukup ramai. Namun, meski ramai, ia merasa masih ada ruang gerak yang tersedia, sehingga sentuhan tersebut terasa ganjil.

Korban Berontak di Kalibata

Kecurigaan korban memuncak saat KRL melintas di Stasiun Duren Kalibata. Begitu menoleh ke belakang, korban kaget bukan kepalang mendapati seorang laki-laki lansia berada tepat di belakangnya.

Ternyata, aksi tidak pantas pria tersebut sudah dipantau oleh penumpang lain. Sadar dirinya menjadi korban pelecehan, wanita tersebut langsung berontak dan berteriak meminta bantuan. Petugas keamanan dalam KRL pun sigap meringkus pelaku dan membawanya ke ruang keamanan saat tiba di Stasiun Tanjung Barat.

KCI Ambil Langkah Tegas: Blacklist!

Manager Public Relations KAI Commuter (KCI), Leza Arlan, membenarkan adanya laporan insiden tersebut. Pihaknya kini tengah mendalami bukti-bukti pendukung, termasuk mengecek data CCTV analytic.

“Terduga pelaku akan kami blacklist, tidak diperbolehkan untuk menggunakan commuterline lagi,” tegas Leza saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).

Leza menambahkan bahwa terduga pelaku merupakan wajah baru dan belum pernah masuk daftar cekal sebelumnya. Selain memberikan sanksi sosial, KCI juga berkomitmen memberikan pendampingan hukum serta bantuan psikologis untuk trauma yang dialami korban.

“Kami imbau pengguna untuk tidak ragu melapor, berani speak up, dan minta bantuan kepada pengguna lainnya jika melihat atau mengalami kejadian serupa,” tutup Leza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *