ABNnews – Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu dalam proses evakuasi longsor dahsyat yang menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hingga Minggu pagi, tercatat 11 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Bencana yang dipicu material tanah dari lereng Gunung Burangrang ini juga menyisakan duka mendalam bagi puluhan keluarga lainnya. Pasalnya, masih ada 79 warga yang dilaporkan hilang dan diduga kuat masih tertimbun material longsor.
“Jadi sampai pagi hari ini, laporan yang kita terima itu ada 11 yang ditemukan (meninggal), 23 selamat, dan 79 masih dicari,” ungkap Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, dilansir detikJabar, Minggu (25/1/2026).
Anjing Pelacak Dikerahkan ke Titik Mencurigakan
Memasuki hari kedua pencarian, petugas tidak main-main dalam menyisir lokasi. Cuaca yang terpantau cerah pada Minggu pagi dimanfaatkan secara maksimal oleh tim gabungan untuk bergerak ke area yang lebih tinggi.
Untuk mempercepat penemuan korban, anjing pelacak (K9) dari Polda Jawa Barat turut diterjunkan ke lokasi bencana. Anjing-anjing ini dikerahkan untuk menyisir titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban di bawah timbunan tanah.
“Untuk tim kembali bergerak ke atas, pencarian dioptimalkan sejak pagi mengingat cuaca hari ini lumayan cerah,” jelas Niko.
Waspada Medan Terjal Gunung Burangrang
Meski cuaca mendukung, tantangan di lapangan tidaklah mudah. Material tanah yang bercampur air sejak kejadian pada Sabtu (24/1) dini hari membuat medan menjadi sangat licin dan labil.
Niko mengingatkan seluruh tim gabungan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama proses evakuasi. Kondisi geografis yang berada di kaki gunung membuat risiko longsor susulan tetap menghantui.
“Pihak kami mengingatkan tim gabungan agar berhati-hati lantaran medan yang terjal dan berbahaya,” pungkasnya.













