banner 728x250

Geger! Anak Influencer H Diduga Jadi Korban Bully dan Pelecehan: Mau Dibius Saat Tahun Baru

Ilustrasi. (I-Stockphoto)

ABNnews – Kabar mengejutkan datang dari dunia media sosial. Anak perempuan dari influencer ternama berinisial H, yakni C, diduga menjadi korban perundungan (bullying) hingga pelecehan seksual di sekolahnya. Mirisnya, terduga pelaku merupakan teman sekolahnya sendiri di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur.

Kasus ini mencuat setelah H membeberkan kronologi mengerikan yang dialami sang putri. Niat jahat terduga pelaku berinisial R terendus saat momen pergantian tahun 2026 kemarin.

“Pas ke Yogya akhirnya anak saya lebih milih pergi sama saya. Anak saya masih belum tahu rencananya dia (R),” ujar H dikutip Antara, Rabu (21/1/2026).

Niat Jahat Terbongkar: Rencana Membius Korban

H baru menyadari ada yang tidak beres setelah melihat C kerap menangis dan murung di rumah. Kebenaran pahit itu akhirnya terungkap saat C kembali ke sekolah usai libur panjang. Teman-teman sekolahnya membocorkan rencana busuk yang telah disusun R.

“Ternyata si R ini mempunyai rencana mau ngajak si C di tahun baru kemarin mau dibawa ke mana gitu, terus mau dibius. Ya kan, mau dibius dengan tujuan pasti kita tahulah arahnya,” ungkap H dengan nada geram.

Saat dikonfirmasi langsung oleh C, terduga pelaku R justru menganggap rencana pembiusan itu sebagai hal yang sepele. “Dia bilang, ‘Iya, tapi aku cuma bercanda kok’. Semua selalu berdalihnya bercanda,” sambungnya.

Pelecehan di Grup WhatsApp ‘Isi 40 Cowok’

Tak berhenti di situ, perilaku menyimpang R juga merambah ke ranah digital. H menemukan fakta bahwa R memiliki grup percakapan berisi 40 orang laki-laki. Di dalam grup tersebut, mereka kerap membahas hal-hal tidak pantas yang melecehkan kakak dari C.

Selain pelecehan seksual, C ternyata sudah menjadi sasaran perundungan verbal sejak Februari 2025. Aksi bullying tersebut dilaporkan semakin intens dan parah pada November 2025 lalu.

Sudin Pendidikan Jaktim Turun Tangan

Kasus yang menimpa anak pemengaruh ini kini sedang dalam pantauan serius pihak otoritas pendidikan. Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, memastikan pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam.

“Saat ini kami masih fokus pendalaman case yang terjadi dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” tegas Horale dalam konfirmasi terpisah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *