banner 728x250

Keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono Jadi Kandidat Calon Deputi Gubernur BI

Thomas Djiwandono. (Foto: istimewa)

ABNnews — Menyusul pengunduran diri Juda Agung dari kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Komisi XI DPR RI menjadwalkan uji kelayakan dan kepatutan agar kekosongan jabatan tidak berlarut.

Keponakan Presiden Prabowo Subianto, yakni Thomas Djiwandono masuk dalam daftar tiga nama kandidat pengganti Juda Agung. Dua nama lainnya adalah Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun di Kompleks DPR RI, Senin (19/01) kemarin mengatakan, Surat Presiden (Surpres) telah diterima pihaknya. tahap berikutnya adalah penjadwalan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

“Surpresnya sudah tadi dibicarakan di Badan Musyawarah (Bamus) dan ditugaskan kepada Komisi XI. Besok (hari Selasa ini, red) Komisi XI akan melakukan rapat internal untuk mengatur jadwal fit and proper test,” kata Misbakhun.

Perihal waktu pelaksanaan fit and proper test, Misbakhun menegaskan jadwal belum ditetapkan secara pasti, namun ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat. “Jadwalnya baru akan kita tentukan. Pokoknya pekan ini. Mau hari apa, yang penting hari kerja,” katanya.

Misbakhun juga membenarkan terdapat tiga nama yang diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung. “Pak Thomas Djiwandono, kemudian Dicky Kartikoyono, dan Solikin M Juhro,” ujarnya.

Ia menjelaskan alur pengajuan calon berasal dari Bank Indonesia yang disampaikan kepada Presiden, lalu diteruskan ke DPR. “Semua yang berkaitan dengan Deputi Gubernur sampai Deputi Gubernur Senior itu kan usulan dari Bank Indonesia yang disampaikan kepada Presiden, lalu Presiden mengirimkan surat ke DPR karena berkaitan dengan penggantian deputi,” jelasnya.

Terkait alasan pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung, Misbakhun mengaku belum membaca secara detail surat tersebut. “Tanya sama Pak Juda Agung alasannya. Pokoknya alasan dalam surat Presiden itu karena adanya pengunduran diri,” katanya.

Ia menambahkan dokumen tersebut masih berada di sekretariat Bamus.
Menanggapi kekhawatiran publik mengenai independensi bank sentral, terutama karena salah satu calon memiliki hubungan keluarga dengan Presiden, Misbakhun menepis isu tersebut.

“Jangan sampai kemudian urusan-urusan yang sifatnya insinuatif seperti itu dijadikan isu untuk mendegradasi soal kemampuan Pak Tommy sendiri,” ujarnya.

Menurut Misbakhun, Thomas Djiwandono memiliki kapasitas yang memadai. “Pak Tommy adalah orang yang mempunyai kompetensi. Latar belakang pendidikannya memadai. Kemudian dia juga punya pengalaman yang memadai, pernah menjadi Wakil Menteri Keuangan, serta memiliki reputasi yang baik,” katanya.

Ia menegaskan proses uji kelayakan dan kepatutan akan berlangsung terbuka. Misbakhun juga menyatakan mekanisme pengambilan keputusan di Komisi XI DPR dilakukan melalui musyawarah.

Adapun Thomas Djiwandono diangkat menjadi Wakil Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Maju sejak 18 Juli 2024. Kemudian, ia melanjutkan tugasnya di Kabinet Merah Putih sejak Oktober 2025.

Thomas Djiwandono diketahui merupakan salah satu keponakan Prabowo. Ia juga sempat menempati posisi penting di Partai Gerindra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *