ABNnews – Maskapai Indonesia AirAsia (QZ) mencatat rapor biru di sepanjang tahun 2025. Maskapai berbiaya hemat ini sukses menerbangkan 5,9 juta penumpang, baik untuk rute domestik maupun internasional.
Plt. Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, mengungkapkan bahwa dari jutaan penumpang tersebut, terdapat kontribusi besar dari wisatawan mancanegara (wisman).
“Indonesia mencatat kinerja positif dengan melayani 5,9 juta penumpang. Dari jumlah tersebut, sekitar 1 juta penumpang merupakan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia (inbound),” ujar Sadikin dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Turis Malaysia hingga Australia Jadi Pelanggan Setia
Secara grup, total penumpang yang dilayani AirAsia Group di Indonesia mencapai 9,3 juta orang. Komposisi penumpangnya pun tergolong seimbang antara pelancong lokal dan wisman.
Pasar utama yang menyumbang penumpang inbound terbanyak berasal dari Malaysia, Australia, China, dan Singapura. Kepercayaan publik ini pun terus berlanjut hingga periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 kemarin.
“Selama periode Nataru, kami mengoperasikan lebih dari 3.000 penerbangan dengan load factor atau tingkat keterisian mencapai 85 persen,” tambah Sadikin.
Rencana Ekspansi 2026: Intip Rute Barunya!
Tak mau berpuas diri, Indonesia AirAsia sudah menyiapkan strategi agresif untuk tahun 2026. Sejumlah rute domestik dan internasional baru siap dibuka untuk memanjakan para traveler.
Berikut bocoran rute baru dan penguatan jaringan AirAsia di 2026:
* Rute Internasional Baru: Denpasar menuju Melbourne (Australia) dan Da Nang (Vietnam).
* Rute Domestik Utama: Menghubungkan Surabaya, Makassar, Kendari, Palu, hingga Luwuk.
* Penambahan Frekuensi: Penerbangan ke Adelaide akan ditambah jadwalnya hingga beroperasi setiap hari.
“Capaian ini mencerminkan kepercayaan pelanggan yang terus terjaga, serta kesiapan operasional kami menghadapi periode puncak perjalanan,” pungkas Sadikin.













