banner 728x250

Cuan dari Dapur Pandemi! Kisah Aisyah Bangun Kebab Endul Bekasi Hingga Sukses Tembus Jaringan Reseller

Foto dok BRI

ABNnews – Siapa sangka berawal dari sekadar menyiapkan bekal praktis di masa pandemi 2020, sebuah bisnis rumahan bisa menggurita. Itulah yang dialami oleh Aisyah Ratna Wulandari, sosok di balik suksesnya Kebab Endul, unit usaha frozen food asal Kota Bekasi yang kini sudah merambah berbagai kota.

Aisyah bercerita bahwa awalnya ia hanya ingin menghadirkan camilan sehat untuk keluarga saat mobilitas terbatas. Namun, insting bisnisnya melihat peluang besar karena banyak ibu rumah tangga dan pekerja yang butuh bekal praktis namun tetap bergizi.

“Saya memulai usaha Kebab Frozen Endul dari dapur rumah. Dari situ saya melihat peluang untuk menghadirkan kebab frozen yang praktis, lezat, dan tetap bergizi. Perlahan, usaha rumahan ini berkembang hingga kini memiliki brand EnduLicious Kebab,” ungkap Aisyah.

Inovasi Kebab Bandeng Hingga Keripik dari Limbah Kulit

Kebab Endul bukan sekadar kebab biasa. Aisyah menghadirkan varian unik yang tinggi protein, yakni Kebab Bandeng tanpa duri yang menggunakan ikan lokal. Selain itu, ada juga varian kekinian seperti rendang, keju, dan ayam.

Menariknya, Aisyah menerapkan konsep Zero Waste Product. Sisa pinggiran kulit kebab yang biasanya dibuang, kini disulap menjadi camilan renyah bernama Keripik ChipBab yang diluncurkan pada 2022. Inovasi ini tak hanya mengurangi limbah, tapi juga menambah pundi-pundi rupiah.

Naik Kelas Bareng BRI lewat LinkUMKM

Perjalanan Kebab Endul tak selalu mulus. Tantangan seperti kenaikan harga bahan baku dan modal sempat menghampiri. Namun, titik balik terjadi saat Aisyah bergabung menjadi binaan Rumah BUMN Jakarta dan mengenal platform LinkUMKM milik BRI.

Aisyah mengaku sangat terbantu dengan fitur self-assessment di platform tersebut untuk memantau skala bisnisnya secara berkala.

“Platform ini sangat membantu memetakan posisi usaha. Saya sering memanfaatkan fitur tersebut untuk mengetahui sejauh mana bisnis meningkat dan apa kekurangan yang perlu dibenahi, seperti sertifikasi halal dan legalitas,” jelasnya.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa LinkUMKM memang dirancang untuk mendorong UMKM Indonesia naik kelas melalui pendampingan dan perluasan pasar yang terukur.

“LinkUMKM membantu pelaku usaha menyusun prioritas pengembangan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga perluasan kanal pemasaran sesuai tahap pertumbuhan,” tutur Akhmad.

Kini, Kebab Endul sudah dipasarkan secara hybrid, mulai dari outlet fisik, suplai ke hotel dan restoran (HORECA), hingga jaringan reseller dan marketplace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *