ABNnews – Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi memicu banjir di sejumlah titik. BPBD DKI Jakarta mencatat sebaran wilayah terdampak terus meluas hingga ke puluhan RT dan belasan ruas jalan protokol.
Hingga Minggu (18/1/2026) pukul 09.00 WIB, BPBD melaporkan total ada 35 RT dan 23 ruas jalan yang terendam air. Jumlah ini melonjak signifikan dibandingkan data pukul 07.00 WIB yang sebelumnya hanya mencatat 16 RT dan 10 ruas jalan.
“BPBD mencatat genangan mengalami kenaikan. Targetnya genangan surut dalam waktu cepat,” tulis BPBD DKI dalam keterangannya.
Data Sebaran 35 RT yang Terendam Banjir
Wilayah Jakarta Barat menjadi titik terdampak paling parah dengan total 17 RT yang tergenang. Berikut rinciannya:
Jakarta Utara (3 RT):
* Kel. Ancol: 1 RT (25 cm)
* Kel. Pademangan Barat: 2 RT (30 cm)
Jakarta Barat (17 RT):
* Kel. Kedaung Kali Angke: 8 RT (45-60 cm)
* Kel. Rawa Buaya: 4 RT (30 cm)
* Kel. Jelambar: 1 RT (25 cm)
* Kel. Tegal Alur: 4 RT (30-40 cm)
Jakarta Pusat (13 RT):
* Kel. Serdang: 13 RT (30 cm)
Jakarta Timur (2 RT):
* Kel. Cakung Barat: 1 RT (60 cm)
* Kel. Rawa Terate: 1 RT (40 cm)
23 Ruas Jalan Lumpuh, Karang Bolong Capai 70 Cm
Banjir juga merendam akses jalan warga, mulai dari underpass hingga jalan raya utama. Salah satu yang terdalam berada di Jl. Karang Bolong Raya, Jakarta Utara, dengan ketinggian air mencapai 70 cm.
Daftar Ruas Jalan Terdampak (Highlight):
1. Underpass Senen, Jakpus: 10 cm
2. Jl. Karang Bolong Raya, Jakut: 70 cm
3. Jl. Jembatan Tiga Raya, Jakut: 60 cm
4. Jl. Gaya Motor Raya, Jakut: 50 cm
5. Jl. Benda Raya, Jakbar: 50 cm
6. Jl. Daan Mogot KM 13, Jakbar: 15 cm
7. Jl. Boulevard Barat Kelapa Gading, Jakut: 15-20 cm
BPBD Terjunkan Tim Gabungan
Guna mempercepat proses surutnya air, personel gabungan dari Dinas SDA, Bina Marga, hingga Gulkarmat telah dikerahkan ke lokasi. Pompa-pompa dikerahkan untuk melakukan penyedotan genangan di titik-titik krusial.
“Personel memonitor kondisi genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Kami juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas jika diperlukan,” pungkas BPBD.













