banner 728x250

Ekonomi Digital dan AI Diramal Sumbang 20 persen Pertumbuhan Ekonomi RI

“Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z”, di Kabupaten Sleman, Provisi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (15/1).

ABNnews – Industri kreatif digital kini bukan lagi sekadar tren, melainkan mesin baru penggerak ekonomi nasional. Mulai dari konten digital, gim, hingga animasi, semuanya terbukti ampuh menciptakan lapangan kerja baru dan mendongkrak daya saing bangsa di kancah global.

Transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) pun kini menjadi kunci. Pemerintah memproyeksikan sektor digital bakal menjadi primadona baru yang menyalip pertumbuhan sektor konvensional.

“Sektor digital, khususnya di AI nanti itu, bisa menyumbang pertumbuhan sampai 20% untuk suatu kemajuan perekonomian,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, di Sleman, DIY, Kamis (15/1/2026).

Gen Z Jadi Motor ‘Gig Economy’

Indonesia saat ini sedang kejatuhan durian runtuh berupa bonus demografi. Ada lebih dari 74 juta jiwa Gen Z yang mendominasi usia produktif. Namun, tantangannya adalah keterbatasan lapangan kerja formal.

Untuk menyiasati itu, pemerintah tancap gas lewat Program Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z. Setelah sukses melakukan pilot project di Jakarta pada akhir 2025 lalu, program ini kini merambah ke Yogyakarta dan ditargetkan menyasar 15 kota di seluruh Indonesia.

“Dengan model-model gig seperti ini, harapan kita akan ditargetkan di 15 kota dengan total 3.000 peserta dalam satu bulan,” tambah Ali Murtopo.

AI Butuh Manusia, Bukan Musuh!

Menariknya, Ali Murtopo menegaskan bahwa hadirnya AI bukan berarti bakal menggusur tenaga kerja manusia. Justru, AI sangat bergantung pada manusia untuk membangun struktur data yang berkualitas.

Pemerintah pun sudah menyiapkan ‘karpet merah’ bagi para inovator muda melalui:
* AI Open Innovation Challenge: Akan diluncurkan pertengahan Februari 2026.

* Idea Pool & Talent Pool: Wadah untuk menjaring ide-ide gila dan talenta berbakat dari anak muda Indonesia.

* Pelatihan Intensif: Gen Z dibekali skill agar adaptif dengan kebutuhan industri smart factory dan smart estate.


Pelatihan di DIY ini sendiri berlangsung selama tiga hari (15-17 Januari 2026), di mana para peserta diajak berdiskusi sekaligus memetakan peluang kerja di era ekonomi baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *