banner 728x250

Amukan Guru Lampung! Paket MBG Prabowo Isinya Anggur dan Tempe Busuk: Anak Sekolah Bukan Binatang!

Tangkap layar video guru SD ngamuk karena makanan MBG basi (Dok. Istimewa/Tangkap Layar)

ABNnews – Sebuah video yang memperlihatkan aksi protes keras seorang guru di Lampung Utara mendadak viral di media sosial. Guru bernama Ida Yuliana dari SD Negeri 3 Sinar Sari ini tak mampu membendung amarahnya saat melihat kondisi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jauh dari kata layak.

Dalam video tersebut, Ida menunjukkan paket makanan yang berisi sayur basi, tempe busuk, hingga buah anggur yang sudah hancur. Ia menilai pemberian makanan tersebut merupakan sebuah penghinaan bagi pihak sekolah dan siswa.

“Nah hari ini, apa tanggapan kamu orang ngasih tempe-tempe busuk, ngasih anggur busuk? Ini bukan binatang bukan, ini anak sekolah. Kalau murid kami keracunan apa kamu mau tanggung jawab? Tolong temuin saya sama yang punya MBG. Ya! Ini penghinaan buat kami,” tegas Ida dikutip detik.com, Selasa (13/1/2026).

Sebut Kejadian Bukan yang Pertama Kali

Ida mengungkapkan bahwa pengiriman makanan busuk ini bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, pihak sekolah juga sering menerima buah-buahan seperti jeruk dan salak dalam kondisi sudah tak layak makan. Ia pun menyentil profesionalisme pengelola Dapur MBG.

“Udah kebiasaan! Kadang jeruk busuk, kadang salak busuk. Ini anggur makanan hewan! Makan sama kamu orang! Makannya cari pekerja itu yang betul-betul profesional. Jangan masukin barang busuk kayak gini! Ini bukan makanan manusia!” teriaknya lagi.

Ancam Lapor Paspampres dan Presiden Prabowo

Kesal karena program unggulan pemerintah ini dirusak oleh oknum pengelola, Ida mengancam akan membawa masalah ini langsung ke telinga Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyinggung adanya oknum pendamping Paspampres bernama Pak Mardianto untuk menyampaikan keluhannya.

“Dana anggaran ini dari pemerintah, dari Bapak Presiden Prabowo. Ini saya lanjutin sampai ke beliau. Jangan dikira saya enggak bisa sampai sama dia. Ya!” tegas Ida.

Selain itu, ia juga mempertanyakan operasional dapur yang sempat terhenti selama tiga minggu dengan alasan anggaran dari pusat belum turun. Ida meminta konfirmasi langsung dari pemerintah pusat terkait kebenaran alasan tersebut.

Nahas, 11 Siswa Dilaporkan Keracunan

Dampak dari paket makanan tak layak ini ternyata berujung tragis. Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengonfirmasi adanya laporan keracunan massal yang menimpa para siswa di SDN 3 Sinar Sari.

“Tadi pagi Polres Lampung Utara mendapatkan laporan adanya dugaan keracunan. Total ada 11 siswa yang mengalami gejala tersebut,” kata Yuni.

Yuni menjelaskan, para siswa mengalami mual, pusing, hingga muntah-muntah dengan kondisi wajah pucat. Beruntung, setelah dilarikan ke rumah sakit, kondisi mereka mulai membaik.

“Alhamdulillah mereka sudah kembali ke rumah usai menjalani perawatan di rumah sakit,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *