ABNnews – Misteri kematian seorang terapis spa berinisial SM (23) di Bekasi Selatan akhirnya mulai terkuak. Korban yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya itu diduga kuat dihabisi oleh suami sirinya sendiri.
Pelaku berinisial AR diringkus jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di tempat persembunyiannya di Lebak, Banten, setelah sempat melarikan diri.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardi Marasabessy mengungkapkan, penemuan jasad SM bermula dari kekhawatiran sang ibu karena korban mendadak sulit dihubungi sejak siang hari pada Rabu (7/1).
Pintu Terkunci, Dibuka Pakai Kunci Duplikat
Merasa ada yang tidak beres, ibu korban meminta salah satu anggota keluarga untuk mengecek langsung ke kamar kos SM. Namun, sesampainya di lokasi, kamar tersebut tampak sepi.
“Saksi menggedor pintu kamar kos korban akan tetapi tidak ada jawaban,” ujar Ressa kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Karena tak ada respons, saksi meminta bantuan pengurus kos untuk mengecek. Ternyata, pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam. Pengurus kos pun terpaksa menggunakan kunci duplikat untuk membuka pintu. Saat itulah, SM ditemukan sudah meninggal dunia.
Ada Muntahan dan Botol Pembersih Toilet
Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di sana, penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang mencurigakan di sekitar jasad korban.
“Ditemukan botol berisi cairan pembersih toilet di dekat korban, ditemukan adanya muntahan di dekat korban,” ucap Ressa.
Temuan cairan pembersih toilet dan bekas muntahan ini menjadi teka-teki besar dalam penyelidikan penyebab kematian korban.
Pelaku Ditangkap di Lebak Banten
Tak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk melacak keberadaan terduga pelaku. AR, yang diketahui merupakan suami siri korban, terendus melarikan diri ke wilayah Banten.
“Pelaku berinisial AR kami tangkap di Kampung Sanding, Lebak, Banten pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 23.30 WIB,” tegas Ressa.
Saat ini, AR telah digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi tengah menggali keterangan pelaku untuk mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.













