banner 728x250

Aceh Kena Hantam Paling Parah, 1.647 Industri Kecil Lumpuh Akibat Bencana Alam!

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memulai tahun 2026 dengan agenda mendesak membahas program restarting bagi industri kecil yang babak belur dihantam bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh pada akhir 2025. Rapat ini menjadi penegasan komitmen Kemenperin untuk pemulihan sektor industri yang cepat dan berkelanjutan.

Menperin menyampaikan, dampak bencana tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga meluas ke aktivitas industri, terutama Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga 30 Desember 2025, dampak paling besar terjadi di wilayah Aceh.

“Dari hasil laporan yang kami himpun hingga 30 Desember 2025, dampak paling besar pada sektor IKM terjadi di Aceh dengan 1.647 industri terdampak, diikuti Sumatera Barat sebanyak 367 industri, dan Sumatera Utara sebanyak 52 industri,” ujar Menperin di Jakarta, Jumat (2/1).

Bencana Picu Supply-Side Shock Nasional

Menperin menjelaskan bahwa kerusakan pada sektor industri bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi lebih banyak dipicu oleh gangguan sistemik pada rantai pasok dan logistik.

Terputusnya akses jalan, jembatan, terganggunya distribusi BBM, serta ketidakstabilan pasokan listrik dan air menyebabkan banyak industri harus menghentikan produksi atau beroperasi di bawah kapasitas normal.

Dampaknya ke ekonomi nasional tidak main-main. Diperkirakan, bencana banjir di Sumatera dan Aceh menahan nilai tambah manufaktur nasional pada kisaran Rp 11–15 triliun.

Besarnya dampak ini tidak hanya karena basis industri di Sumatera, melainkan peran strategis wilayah tersebut sebagai simpul logistik dan pemasok input antara bagi kawasan industri di Pulau Jawa. Gangguan di Sumatera dapat menimbulkan efek berantai yang menekan output manufaktur nasional secara keseluruhan.

“Bencana harus dipahami sebagai supply-side shock yang dampaknya cepat menyebar dan berpotensi menahan pemulihan ekonomi jika tidak ditangani secara terkoordinasi,” tegasnya.

Pemulihan Bertahap: Bantuan Mesin dan Starter Kit

Kemenperin telah merencanakan program pemulihan industri kecil pascabencana secara bertahap:
* Fokus 2025: Koordinasi, pendataan, dan pemetaan kebutuhan pemulihan (progres awal 20%).

* Fokus 2026: Melanjutkan pemetaan, penetapan penerima bantuan, pemberian bantuan mesin dan peralatan sederhana, serta pemulihan proses produksi.


Bentuk intervensi pemulihan meliputi penyediaan starter kit usaha, pengembangan produk kebutuhan dasar, dan fasilitasi kemitraan untuk memperluas akses pasar.

“Melalui program restarting ini, kami berharap pemulihan industri kecil tidak hanya mengembalikan kapasitas produksi seperti sebelum bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan dan keberlanjutan usaha,” pungkas Menperin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *