ABNnews – Allah SWT berfirman: “….Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.Yang menjadikan mati dan hidup , supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Al Mulk:1-2)
Dalam hidup ini, sering kali kita merasa memiliki segalanya harta, ilmu, kemampuan, jabatan, penghormatan dari orang lain bahkan nyawa dan keluarga, yang pada hakikatnya adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Pada setiap skenario kehilangan sesuatu titipan Allah itu, ada hikmahnya agar kita belajar lebih bersabar, menguatkan jiwa memancarkan kedewasaan diri berprasangka baik terhadap Allah. Bukan berkeluh kesah mencari kambing hitam atas kehilangan itu.
“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi,” (Al-Mu’min:55)
Kehilangan sesuatu apalagi yang dicintainya seperti ayah, ibu, suami, isteri, anak, kekasih yang telah tiada kembali menghadap Sang Maha Pencipta memaksa kita menguraikan airmata berat mengikhlaskannya.
Mengikhlaskan kematian orang yang dicintai adalah kelapangan hati, karena telah menjadi takdir Allah, manusia tak dapat mengelakkannya.
Ikhlas itu pekerjaan hati dan pada hatilah menentukan baik dan buruknya perangai dan perbuatan seseorang. Ikhlas adalah pangkal dari iman untuk mendekatkan diri dan mengharap ridha Allah atas segala amal perbuatan dalam hidup dan kehidupan.
Imam Al Ghazali mengatakan ikhlas itu adalah perbuatan yang dilakukan dengan murni dan bersih. Ikhlas itu untuk memurnikan tujuan terutama dalam beramal ibadah tidak dicampuri, riya , kesombongan dan amalan buruk lainnya , benar-benar dihadirkan dari orang yang murni cinta kepada Allah tidak ada tempat sedikitpun dalam kalbunya untuk mencintai keduniaan semata.
Orang bijak mengatakan, syukur adalah pengikat nikmat yang telah diperoleh serta penarik nikmat yang belum didapatkan. Belajar dari kehilangan dengan terus meningkatkan rasa syukur. Sebab, ganjaran bagi mereka yang gemar bersyukur adalah bertambahnya kenikmatan dari Allah. Wallohua’lambishshawab/H Ali Akbar Soleman Batubara













