banner 728x250

Chery Siap Guyur Investasi Rp5,2 Triliun, Targetnya: Indonesia Jadi Basis Mobil Listrik ASEAN!

Iluatrasi. Chery Omoda 5 EV. Chery

ABNnews – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberi apresiasi tinggi kepada Chery atas komitmennya mengembangkan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Pemerintah memastikan dukungan penuh terhadap langkah pabrikan asal Tiongkok itu yang ikut dalam program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Program tersebut mencakup pengembangan tiga jenis teknologi kendaraan: Full Hybrid, Plug-in Hybrid, dan Electric Vehicle (EV).

“Komitmen investasi ini menunjukkan keseriusan Chery dalam memperkuat industri otomotif nasional, khususnya kendaraan rendah emisi dan berbasis listrik. Pemerintah akan terus mendorong percepatan realisasi investasi tersebut,” ujar Menperin Agus Gumiwang di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Chery telah memulai investasinya sejak 2024 dan berkomitmen menanamkan modal hingga tahun 2030. Secara kumulatif, nilai investasi yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp5,2 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan fasilitas produksi di Indonesia baik lewat kemitraan lokal maupun pembangunan pabrik mandiri.

Pemerintah pun meminta Chery untuk segera menyerahkan rencana bisnis lima tahun ke depan (business plan) yang lebih detail, terutama terkait penguatan kapasitas produksi dan strategi ekspor.

“Kami berharap Indonesia bisa menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan listrik (EV) Chery untuk kawasan ASEAN,” tambah Agus.

Tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia memang tengah naik daun.
Data penjualan nasional menunjukkan lonjakan tajam pada battery electric vehicle (BEV), dari hanya 0,08% pada 2021 menjadi 10,22% dari total pasar mobil periode Januari–Agustus 2025.

Menariknya, Chery kini menempati posisi ke-4 merek dengan penjualan BEV terbesar di Indonesia.

Kinerja ini menegaskan bahwa merek asal Tiongkok itu semakin diterima konsumen Tanah Air, terutama di segmen mobil listrik dan hybrid.

Pemerintah mendorong Chery untuk memperluas lini kendaraan ramah lingkungan, agar konsumen Indonesia memiliki lebih banyak pilihan model sesuai karakter dan kebutuhan lokal.

Selain itu, Kementerian Perindustrian juga membuka peluang kerja sama teknologi, pengembangan SDM, hingga pembangunan ekosistem EV nasional.

Bahkan, Kemenperin meminta Chery menjadikan Indonesia sebagai basis produksi regional, termasuk untuk ekspor ke negara ASEAN dan Australia.

“Brand Chery cukup kuat di Australia, dan platform-nya mirip dengan model yang diproduksi di Indonesia. Ini peluang besar untuk memperluas pasar,” ungkap Menperin.

Langkah Chery dianggap selaras dengan strategi pemerintah mempercepat transisi menuju kendaraan rendah emisi, sekaligus memperkuat rantai pasok otomotif dalam negeri.

Dengan investasi jumbo dan dukungan penuh pemerintah, Indonesia kian siap menjadi pusat produksi mobil listrik Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *