ABNnews – Jagat media sosial dihebohkan dengan pengakuan memilukan Nina Saleha (27). Bayinya nyaris terbawa orang lain saat hendak pulang dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rabu (8/4/2026).
Bukannya mereda, kasus ini justru makin panas setelah Nina menyemprot pernyataan pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Nina menilai penjelasan Kemenkes yang menyebut insiden itu murni “khilaf” tenaga kesehatan (nakes) akibat adanya penitipan bayi, sangat tidak sesuai dengan apa yang ia alami.
“Ini mah malah memutarbalikkan,” tulis Nina dalam unggahan TikTok pribadinya, dilihat ABNnews, Senin (13/4).
Kejadian bermula saat Nina hendak menjemput bayinya yang dirawat akibat sakit kuning. Di tengah proses administrasi yang memakan waktu lama, Nina sempat keluar untuk mencari makan. Namun, langkahnya terhenti karena firasat kuat seorang ibu.
“Seakan ada bisikan di telinga untuk segera ke atas melihat bayi, jadi saya langsung ke atas dan memilih nggak jadi makan,” kenang Nina.
Betapa kagetnya Nina, saat tiba di lorong NICU, ia melihat bayinya tengah digendong oleh pasien lain.
“Saya lihat selimutnya kok seperti punya anak saya. Pas saya lihat wajahnya, saya langsung yakin itu anak saya. Saya tarik dan bilang, ‘Itu anak saya!'” teriaknya histeris.
Nina menyoroti prosedur keamanan rumah sakit yang dinilai bolong besar. Pasalnya, saat ditemukan di tangan orang asing, gelang identitas sang bayi ternyata sudah diputus padahal proses administrasi kepulangan belum benar-benar selesai.
“Harusnya kan ada prosedur, ada surat pulang. Ini belum ada, tapi anak saya sudah dipegang orang lain. Kalau saya telat sedikit saja, mungkin anak saya sudah dibawa pergi,” keluh Nina dengan nada kecewa.
Meski pihak Kemenkes melalui Karo Komunikasi Aji Muhawarman menyebut kejadian ini adalah murni kekhilafan tanpa unsur kesengajaan, Nina tetap pada pendiriannya untuk menempuh jalur hukum. Ia menegaskan hingga saat ini belum menyatakan damai dengan pihak RSHS Bandung.
Tak main-main, Nina kini menggandeng pengacara kondang Krisna Murti dan Mira untuk mengusut tuntas kasus ini. Ia bahkan meminta dukungan publik agar kasusnya dipantau langsung oleh pemerintah daerah.
“Bantu up teman-teman, biar diusut sampai benar-benar tuntas,” pungkasnya.













