banner 728x250

Habiskan Rp 113 Miliar buat EO, BGN Sebut Belum Punya Tim Internal, Kok Bisa?

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (Foto: istimewa)

ABNnews – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara terkait anggaran fantastis sebesar Rp 113 miliar untuk jasa Event Organizer (EO) yang tengah menjadi sorotan publik.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan gamblang mengenai penggunaan dana jumbo tersebut.

Dadan mengungkapkan bahwa penggunaan jasa EO merupakan kebutuhan strategis bagi BGN. Sebagai lembaga yang baru seumur jagung, BGN mengaku belum memiliki sumber daya internal yang mumpuni untuk mengelola operasional skala besar secara mandiri.

“Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional, tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional,” ujar Dadan dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, dalam tahap ini BGN belum memiliki tim yang sepenuhnya siap untuk menangani kegiatan berskala nasional yang kompleks. Oleh karena itu, dukungan pihak profesional dianggap menjadi langkah paling realistis.

Dadan menegaskan, jasa EO ini bukan cuma buat acara seremonial atau gunting pita saja. Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan krusial seperti kampanye publik isu gizi nasional hingga Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para penjamah makanan agar keamanan pangan terjamin oleh SDM terlatih.

“EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid,” jelasnya.

Dari sisi administrasi, Dadan menyebut melibatkan pihak ketiga justru membuat laporan keuangan lebih tertib. Dengan sistem satu pintu lewat EO, proses pengadaan barang dan jasa hingga pelaporan kegiatan diklaim terdokumentasi secara sistematis.

“Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara,” tambah Dadan.

Ia juga menilai penggunaan EO lebih rasional daripada harus merekrut dan melatih tim internal dalam waktu singkat sementara program harus segera jalan. EO dianggap sebagai solusi bridging (jembatan) agar eksekusi program tidak mengorbankan kualitas dan waktu.

Meski menggunakan anggaran yang bikin melongo, Dadan menjamin BGN tetap berkomitmen pada prinsip transparansi. Ia menegaskan seluruh proses pengadaan dilakukan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Setiap pengeluaran terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *