ABNnews – Viral di media sosial sebuah pernikahan beda usia yang sangat mencolok di Desa Batu Lappa, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Seorang kakek bernama H Buhari (71) resmi menikahi gadis berinisial TA yang masih berusia 18 tahun pada Minggu (5/4/2026).
Pernikahan ini mendadak jadi konsumsi publik setelah video kemeriahannya beredar luas. Menariknya, pihak pemerintah desa mengaku sama sekali tidak dilibatkan dalam prosesi sakral tersebut.
Kepala Desa Batu Lappa, Muhammad Arsad, membenarkan adanya pernikahan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihak desa tidak tahu-menahu soal urusan administrasi maupun pelaksanaan lamarannya.
“Orang tuanya yang menikahkan. Saya juga tidak hadir karena sedang antar pengantin lain ke Barru. Biasanya kalau ada pernikahan di desa, kami dilibatkan sejak lamaran, tapi ini tidak,” ujar Arsad, Rabu (8/4/2026).
Meski terpaut usia lebih dari setengah abad, Arsad menyebut hubungan keduanya murni atas dasar suka sama suka. Tidak ditemukan adanya indikasi paksaan dalam pernikahan ini. Bahkan, sang mempelai wanita tampak sangat menikmati momen bahagianya.
“Saya lihat dari video yang beredar, tidak ada tanda-tanda tekanan. Pengantin perempuan bahkan tampak bergembira, sampai goyang-goyang itu perempuan menyanyi saat pengantin,” ungkapnya.
Meski berlangsung meriah, Arsad memberikan catatan penting terkait usia TA. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Perkawinan, batas minimal usia pernikahan adalah 19 tahun, sementara TA diketahui masih berusia 18 tahun.
“Kalau umur 18 tahun tentu belum memenuhi syarat sesuai Undang-Undang,” tutur Arsad.
Warga sekitar pun banyak yang penasaran dengan latar belakang keduanya. Dari sisi ekonomi, H Buhari dikenal sebagai sosok yang mapan karena memiliki lahan kebun yang sangat luas. Sementara itu, orang tua mempelai wanita diketahui bekerja di sektor tambak empang.
Terkait fenomena ini, pemerintah desa berencana meningkatkan sosialisasi agar masyarakat lebih menaati aturan batas usia pernikahan. Arsad berharap warganya lebih mengedepankan pendidikan anak sebelum memutuskan untuk membina rumah tangga.













