banner 728x250

Drama ‘Humas’ di Kantor Bupati Gresik: Niat Ngantor Hari Pertama, Malah Ketahuan SK-nya Bodong

Salah satu korban penipuan PNS saat berada di salah satu ruang Kantor Pemkab Gresik. (Foto: Istimewa)

ABNnews – Hari yang seharusnya menjadi momen membahagiakan bagi wanita berinisial SE justru berubah menjadi mimpi buruk. Dengan seragam dinas yang masih licin dan rapi, SE melangkah penuh percaya diri ke halaman kantor Bupati Gresik, Senin (6/4/2026) pagi. Namun, realita pahit menghantamnya: ia bukan benar-benar seorang ASN.

Ketegangan dimulai saat petugas jaga di Rumah Dinas Bupati Gresik menanyakan di mana posisi penempatan kerja SE. Saat itulah, kedok SK pengangkatan PNS tahun 2024 yang ia bawa mulai terbongkar.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik, Imam Basuki, awalnya menduga SE adalah pegawai mutasi dari instansi luar. Namun, jawaban SE justru memicu kecurigaan petugas.

“Awalnya saya kira ada PNS mutasi. Tapi setelah ditanya, dia mengaku ditempatkan di Bagian Humas. Padahal bagian itu sudah lama tidak ada karena sudah berubah menjadi Bagian Prokopim,” ungkap Imam kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Merasa ada yang janggal, petugas langsung memeriksa detail dokumen SK yang sudah dilegalisir tersebut. Benar saja, meski nama pejabat yang tercantum sudah benar, tanda tangannya terlihat sangat berbeda dengan aslinya.

“Namanya benar, tapi tanda tangannya berbeda,” imbuh Imam.

Begitu diberi penjelasan bahwa SK tersebut diduga palsu, dunia SE seolah runtuh. Raut wajahnya masam, bahunya merosot, dan pandangannya langsung kosong. Rasa malu dan kecewa campur aduk jadi satu di depan para petugas.

Berdasarkan pengakuan SE kepada petugas, ia diduga tidak sendirian. Ada sekitar 12 hingga 15 orang lain yang disebut mengalami nasib serupa, dijanjikan lolos seleksi PNS dengan iming-iming SK pengangkatan di lingkungan Pemkab Gresik.

Menanggapi temuan ini, Pemkab Gresik melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) langsung gerak cepat.

Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, menegaskan pihaknya tengah mendalami kasus ini untuk melacak siapa dalang di balik peredaran SK aspal (asli tapi palsu) tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *