banner 728x250

Bali Makin Keren! Kemenhub Siapkan Water Taxi Buat Turis, Gak Ada Lagi Drama Tua di Jalan

Kementerian Perhubungan menyinergikan percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali, dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI dan Gubernur Bali, di Senayan, Jakarta, Rabu (8/4). (Foto: Kemenhub)

ABNnews – Kabar gembira buat para traveler! Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan jurus jitu buat mengurai kemacetan parah yang sering terjadi di Pulau Dewata.

Dalam rapat kerja bareng Komisi V DPR RI dan Gubernur Bali di Senayan, Rabu (8/4/2026), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membeberkan rencana pembangunan water taxi alias taksi air!

Rencana ini jadi solusi alternatif buat mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara, terutama di kawasan Kabupaten Badung yang sering “terkunci” kemacetan horor.

Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry lagi sibuk menyusun studi desainnya (DED), dan pengerjaan konstruksinya dijadwalkan mulai digeber Agustus 2026 nanti.

Ngurah Rai-Canggu Cuma 30 Menit!

Pasti tahu kan gimana rasanya menembus macet dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu? Berdasarkan observasi, waktu tempuh lewat darat bisa memakan waktu 1 sampai 2 jam. Nah, dengan adanya water taxi ini, waktu tempuh bakal dipangkas habis-habisan.

“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Diharapkan bisa menempuh maksimal 30 menit saja,” ujar Menhub Dudy.

Nggak cuma soal taksi air, Kemenhub juga bakal memoles Pelabuhan Celukan Bawang di Buleleng. Dermaga I bakal diperpanjang 92 meter untuk kargo dan aspal, sementara Dermaga II bakal jadi area multipurpose untuk penumpang dan logistik dengan tambahan panjang 60 meter. Tujuannya jelas: biar kendaraan besar dan kecil nggak numpuk jadi satu!

Siaga Nyepi dan Lebaran Berdampingan

Menhub Dudy juga meminta Pelindo untuk gerak cepat mengembangkan dermaga baru di Gilimanuk sebagai pasangan dari Ketapang. Apalagi, tahun depan ada momen krusial di mana Hari Raya Nyepi dan Idulfitri bakal jatuh berdampingan.

“Kami harap bisa mendapat wilayah buffer zone sebagai salah satu solusi alternatif untuk mengatasi flow arus kendaraan yang begitu besar,” tambah Dudy.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan bisa segera eksekusi demi mobilitas logistik yang lebih efisien dan, yang paling penting, bikin pengalaman liburan di Bali jadi makin nyaman tanpa drama macet!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *