ABNnews – Indonesia kembali unjuk gigi di panggung maritim dunia! Lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Indonesia terpantau aktif dalam sidang bergengsi Sub-Committee on Ship Systems and Equipment (SSE) ke-12 yang digelar di London, Inggris, Maret 2026 kemarin.
Nggak cuma duduk manis, delegasi kita yang dipimpin Capt. Maltus Jackline Kapistrano bareng tim KBRI London dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), ikut “ngatur” standar keselamatan kapal dunia. Mulai dari urusan ventilasi sekoci biar penumpang nggak pengap, sampai urusan canggih soal sistem pemadam kebakaran di atas kapal.
Kapal Indonesia Masuk ‘Geng Elit’ White List!
Sejak tahun 2020 sampai sekarang, posisi Indonesia tetap kokoh di kategori White List IMO. Artinya, kapal-kapal berbendera Indonesia dinilai punya performa jempolan dan sangat patuh sama aturan internasional sesuai standar Port State Control (PSC).
Data Tokyo MoU periode 2020-2024 juga mencatat kalau pengawasan kapal kita di kawasan Asia-Pasifik itu ketat banget. Hasilnya? Sampai Februari 2026, nggak ada satu pun kapal berbendera Indonesia yang masuk daftar “under-performing ships” alias kapal bermasalah.
Diakui Dunia sebagai Poros Maritim
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyebut capaian ini adalah bukti kalau Indonesia adalah negara maritim yang kredibel dan sangat bertanggung jawab. Kita nggak cuma jadi pengikut aturan (implementer), tapi ikut membentuk aturan itu sendiri (contributor).
“Keikutsertaan aktif Indonesia dalam sidang IMO SSE-12 serta capaian kinerja yang semakin baik menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya patuh terhadap standar internasional, tetapi juga turut berperan dalam membentuknya,” ujar Dirjen Masyhud. Selasa (7/4/2026).
Ke depannya, Kemenhub janji bakal terus genjot kualitas armada nasional. Tujuannya satu: biar visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia bukan cuma slogan, tapi kenyataan yang diakui oleh seluruh samudera di tingkat global.













