banner 728x250

Duit Ribuan Triliun Berputar di Internet, Kemenperin Ajak Pelaku Usaha Serbu Pasar Digital!

Ilustrasi. Foto: Colourbox

ABNnews – Persaingan pasar global makin ngeri-ngeri sedap! Biar nggak tergilas zaman, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk segera “hijrah” ke teknologi digital. Langkah ini wajib diambil kalau mau daya saing produk lokal kita makin nendang di tengah gempuran barang impor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pelaku IKM harus punya kapabilitas mumpuni agar bisa tumbuh besar.

“Kami konsisten melaksanakan program peningkatan literasi digital bagi IKM untuk membantu para pelaku IKM menggunakan dan memanfaatkan pemasaran digital agar dapat memperluas jangkauan pasar,” ujar Menperin dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Duit ‘Gede’ Berputar di e-Commerce

Bukan tanpa alasan Kemenperin ngotot dorong digitalisasi. Bayangkan saja, data Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat nilai transaksi e-commerce Indonesia sepanjang 2025 tembus Rp 1.192,8 triliun atau setara USD 71 miliar! Angka yang fantastis, bukan?

Apalagi, jumlah pengguna internet kita sudah mencapai 229,43 juta orang dengan pengguna e-commerce yang melonjak drastis. Ini adalah pasar “gemuk” yang harus segera diserbu oleh produk-produk kreatif buatan anak bangsa.

Pakai Jurus AI Biar Jualan Makin Laris

Nah, biar nggak asal jualan, Kemenperin melalui Ditjen IKMA baru saja menggelar Workshop e-Smart IKM di Kabupaten Badung, Bali. Di sana, para pelaku IKM diajarkan strategi jualan di marketplace hingga teknik fotografi produk biar terlihat estetik dan mahal di mata pembeli.

Nggak cuma itu, Dirjen IKMA Reni Yanita membocorkan rahasia penting penggunaan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI bisa bikin promosi jadi lebih personal dan akurat sesuai selera konsumen.

“AI memungkinkan pelaku usaha melakukan personalisasi promosi sesuai preferensi konsumen, memprediksi tren pasar, serta menganalisis perilaku pelanggan dengan lebih akurat,” jelas Reni.

Sejak 2017, program e-Smart IKM ini sudah mencetak lebih dari 31 ribu alumni. Kemenperin nggak mau berhenti di urusan pemasaran saja, tapi juga ingin lini produksi IKM mulai bertransformasi ke arah Industri 4.0 agar makin efisien.

Dengan kolaborasi bareng mitra strategis seperti Shopee hingga IKEA, pemerintah optimistis IKM kita bakal jadi tulang punggung ekonomi nasional yang makin kokoh. Jadi, kapan nih bisnis kamu mulai pakai AI untuk serbu pasar digital?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *