banner 728x250

Catat! Mulai Oktober 2026, Baju hingga Kosmetik Wajib Halal, Gak Ada Logo Bakal Dilarang?

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto dok Kemenperin)

ABNnews – Mulai 18 Oktober 2026 mendatang, kewajiban sertifikasi halal bakal merambah ke produk obat-obatan, kosmetik, hingga barang gunaan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun terus tancap gas memperkuat ekosistem halal dari hulu ke hilir biar industri nasional nggak cuma jadi penonton di pasar sendiri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sudah saatnya Indonesia jadi pemain utama di industri halal dunia, bukan cuma jadi target pasar produk luar negeri. Apalagi, tren gaya hidup halal lagi booming banget di level global.

“Sudah saatnya Indonesia menjadi pusat industri halal dunia. Ekspor produk halal kita, termasuk modest fashion, tembus USD 8,28 miliar di tahun 2024. Potensinya gede banget!” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Baju hingga Alat Rumah Tangga Juga Kena “Audit” Halal

Aturan ini nggak main-main. Berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2014, barang gunaan yang wajib halal mencakup sandang (pakaian), aksesori, peralatan rumah tangga, alat kesehatan, hingga bahan penyusun lainnya. Terutama nih, buat produk-produk yang dalam proses pembuatannya mengandung unsur hewani.

Kepala BSKJI Emmy Suryandari menyebut pihak balai di bawah Kemenperin sekarang bukan cuma jadi tukang periksa, tapi juga jadi fasilitator edukasi buat pengusaha. Tujuannya satu, biar kualitas produk lokal makin jagoan dan mandiri di pasar dunia.

Tapi, perjalanannya nggak selalu mulus. Kepala BBSPJI Tekstil, Hagung Eko Pawoko, mengungkapkan tantangan terbesarnya adalah ekosistem bahan baku yang belum sepenuhnya terintegrasi halal. Makanya, lewat acara TEXTalk yang diikuti 180-an pelaku industri, Kemenperin kasih bocoran soal “titik kritis” halal.

“Kami bantu pelaku industri tekstil (TPT) mengidentifikasi bahan baku yang berpotensi mengandung unsur non-halal. Jadi proses sertifikasinya bisa lebih efisien,” jelas Hagung.

Kabar baiknya, BBSPJI Tekstil Kemenperin sudah resmi jadi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Utama. Jadi buat para pengusaha tekstil, sudah ada tempat profesional nih buat cek “kehalalan” produknya sebelum deadline Oktober 2026 tiba. Lewat sinergi ini, pemerintah pede industri nasional bakal makin kompetitif di kancah global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *