ABNnews – Hari bahagia keluarga Dadang (58) di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, berubah menjadi duka mendalam pada Sabtu (4/4/2026).
Niat hati merayakan pernikahan sang putri, Dadang justru tewas mengenaskan usai dikeroyok gerombolan preman yang diduga di bawah pengaruh miras.
Pemicunya bikin geleng-geleng kepala. Para pelaku nekat menganiaya korban secara brutal hanya karena permintaan uang palak tambahan untuk membeli minuman keras ditolak mentah-mentah.
Adik korban, Wahyu, menceritakan kronologi awal ketegangan tersebut. Ternyata, para pelaku sempat mendatangi lokasi hajatan dan meminta uang. Meski sudah diberi Rp 100 ribu agar suasana tetap kondusif, gerombolan ini malah melunjak.
“Para pelaku sebenarnya sudah diberi uang Rp 100 ribu, namun mereka menolak dan meminta lagi Rp 500 ribu untuk beli miras. Karena tidak dikasih, akhirnya terjadi pemukulan,” tutur Wahyu, Minggu (5/4/2026).
Kerabat korban, Asep Rabani, yang datang jauh-jauh dari Batam, mengaku syok dengan kejadian tersebut. Saat insiden terjadi, ia sedang menunaikan salat asar dan tiba-tiba mendengar kegaduhan luar biasa dari arah area pesta.
“Tiba-tiba suasana jadi riuh. Awalnya kami kira hanya bagian dari acara, ternyata ada kejadian. Katanya ada pengeroyokan, tiba-tiba korban sudah digotong,” kenang Asep.
Nahas, meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, nyawa Dadang tidak tertolong akibat luka parah di bagian vital. Pesta pernikahan pun seketika berubah menjadi tangis histeris keluarga dan tamu undangan.
Polisi Buru Gerombolan Pelaku, Diduga 10 Orang
Jajaran Polres Purwakarta bergerak cepat mengusut kasus “hajatan berdarah” ini. Dari hasil olah TKP awal, polisi menemukan bukti kekerasan menggunakan benda tumpul berupa belahan bambu yang dihantamkan ke kepala korban.
Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya keributan antara korban dengan sekelompok pemuda tersebut.
“Hasil pemeriksaan sementara, diduga pelaku lebih dari dua orang dan saat ini masih kami buru, mudah-mudahan secepatnya bisa kami amankan,” tegas Enjang.
Saat ini jenazah Dadang tengah menjalani proses autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun, menegaskan penyidik masih terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap saksi-saksi di lokasi kejadian.













