ABNnews – Bayang-bayang kelangkaan gas melon (LPG 3 kg) dan BBM subsidi kini tengah menghantui dunia. Dampak perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang sudah memasuki minggu ke-5 sejak akhir Februari 2026 lalu benar-benar bikin harga pangan dan energi global meroket tajam. Indonesia pun tak luput dari ancaman ini.
Namun, ada angin segar. Presiden Prabowo Subianto pada 31 Maret 2026 kemarin secara resmi menetapkan tidak menaikkan harga BBM dan Gas LPG subsidi. Padahal, keputusan “berani” ini diprediksi bakal membengkakkan APBN 2026 hingga sekitar Rp 100-120 triliun!
Wujud Cinta Presiden ke Rakyat Kecil
Langkah strategis ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian Presiden RI ke-8 terhadap nasib rakyat kecil di tengah situasi dunia yang serba tidak pasti.
Ketua Umum APKLI-P, dr Ali Mahsun ATMO M Biomed, memberikan apresiasi setinggi langit atas kebijakan yang pro-rakyat ini.
“Kami sangat mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang tidak menaikkan harga BBM dan Gas LPG subsidi, meskipun ini berarti membengkakkan APBN. Ini adalah langkah yang sangat berani dan menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap rakyat kecil,” ujar dr Ali Mahsun usai menemui Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Kamis (2/4/2026).
DEN Pasang Badan Amankan Stok
Dalam pertemuan di kantor DEN Jakarta tersebut, dr Ali Mahsun yang didampingi Waketum M Zahrudildin langsung berkoordinasi dengan Anggota DEN, Satya Yudha.
Fokus utamanya adalah memastikan distribusi gas melon dan BBM subsidi di lapangan tidak terganggu meskipun pasar dunia sedang bergejolak.
Satya Yudha menegaskan bahwa pemerintah sudah siaga menghadapi kemungkinan krisis energi terburuk. Pihaknya akan terus memantau situasi demi menjaga stabilitas nasional.
“Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan energi di Indonesia, terutama gas melon dan BBM subsidi, tetap stabil,” tegas Satya.
APKLI-P pun berharap pemerintah nggak cuma berhenti di kebijakan harga, tapi juga terus meluncurkan langkah-langkah taktis lainnya.
Harapannya, perlindungan terhadap ekonomi rakyat kecil bisa tetap kokoh meski dihantam badai kenaikan harga energi internasional.











