ABNnews – Kondisi lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mendadak “merah” alias macet total. Lonjakan kendaraan, didominasi truk logistik besar, terpantau mengular hingga radius 7 kilometer dari pintu masuk pelabuhan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun langsung gerak cepat melakukan langkah taktis demi mengurai kemacetan horor ini.
Hingga Kamis (2/4/2026) petang, ekor antrean dari arah utara sudah mencapai kawasan Parasputih. Meski macet panjang, ASDP memastikan arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga tetap bergerak merayap dengan waktu tempuh sekitar 20 hingga 35 menit.
Untuk mengatasi “mixing conflict” atau semrawutnya kendaraan, ASDP menerapkan pola muatan baru yang lebih rapi. Dermaga 1, 2, dan 3 kini difokuskan khusus untuk kendaraan penumpang seperti motor, mobil pribadi, dan bus.
Nah, buat para sopir truk logistik, kalian bakal dimaksimalkan di Dermaga 4 dan area LCM.
“Skema ini efektif agar proses bongkar muat menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien,” ujar Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
TNI Turun Tangan, 365 Personel Dikerahkan!
Gak tanggung-tanggung, penanganan kemacetan ini juga mendapat bantuan dari Mabes TNI. Sebanyak 365 personel lintas matra dikerahkan untuk menjaga ketertiban dan membantu mengurai antrean di jalur distribusi menuju pelabuhan.
“Kami mengapresiasi dukungan TNI yang turut mempercepat penguraian antrean dan menjaga ketertiban arus kendaraan,” tambah Windy.
Agar kepadatan nggak makin menumpuk di dalam pelabuhan, ASDP juga memaksimalkan buffer zone atau kantong parkir darurat. Area Pusri kini disulap untuk menampung hingga 150 truk sumbu tiga, sementara kawasan Bulusan sanggup menelan sekitar 600 unit truk campuran.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menegaskan pihaknya sedang menggenjot turn around time atau waktu putar kapal agar lebih cepat.
“Fokus kami adalah mempercepat pelayanan agar antrean kendaraan dapat segera berkurang,” jelasnya.
Data Penumpang Melonjak 16%
Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam terakhir (1/4), tercatat ada 47.961 penumpang yang menyeberang ke Bali. Angka ini naik 16% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Secara total, sejak H-10 hingga H+10, sudah ada lebih dari 761 ribu penumpang dan 201 ribu kendaraan yang melintas di jalur Jawa–Bali ini.
ASDP pun mewanti-wanti pengguna jalan, terutama dari arah utara, untuk tetap tertib dan tidak nekat melawan arus. Sebab, aksi “ngeblong” justru bakal bikin macet makin permanen dan susah diurai.













