ABNnews — Italia akan dijamu Bosnia-Herzogovina di Stadion Zenica pada babak final playoff Path A Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Rabu (01/04) dini hari WIB.
Skuad besutan pelatih Gennaro Gattuso itu melangkah ke final playoff setelah menang 2-0 atas Irlandia Utara pada babak semifinal di Bergamo.
Adapun Bosnia-Herzogovina lolos dengan dramatis setelah menyingkirkan Wales lewat adu penalti 4-2 di Cardiff, setelah bermain imbang di waktu normal.
Bagi Gli Azzurri pertandingan melawan Bosnia-Herzegovina ini merupakan pertaruhan reputasi mereka sebagai jawara 4 kali Piala Dunia.
Italia sudah 12 tahun tidak tampil di Piala Dunia. Mereka terakhir kali berpartisipasi di turnamen sepakbola terakbar empat tahunan itu adalah pada 2014.
Italia bahkan sudah 20 tahun tidak masuk ke fase knockout Piala Dunia sejak jadi juara pada 2006. Di Piala Dunia 2010 dan 2014, mereka tersingkir di fase grup.
Pertandingan antara Italia dan Bosnia-Herzegovina rencananya akan dipimpin oleh wasit Clement Turpin (Prancis).
Sebagai catatan, wasit Clement Turpin dulu juga memimpin pertandingan antara Italia dan Makedonia Utara di semifinal play-off Piala Dunia 2022.
Italia, yang kala itu berstatus sebagai juara Eropa, dikalahkan Makedonia Utara dengan skor 0-1. Gli Azzurri pun gagal lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.
Menatap laga ini, pelatih Gattuso menegaskan timnya memahami besarnya tekanan dalam laga ini, mengingat Italia gagal tampil di dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yakni 2018 dan 2022, meski sempat menjuarai Euro 2021.
“Kami tahu banyak yang dipertaruhkan. Kami sadar Italia absen di dua Piala Dunia terakhir, tetapi energi itu harus kami simpan untuk pertandingan, bukan dihabiskan sebelumnya,” kata Gattuso.
Dia juga menilai perkembangan tim dalam beberapa bulan terakhir cukup signifikan, terutama dari segi mentalitas dan daya juang.
“Dalam tujuh bulan terakhir, tim ini berkembang pesat. Mungkin kami tidak selalu bermain indah, tapi itu tidak masalah. Sejarah kami menunjukkan bahwa dengan mentalitas, rasa lapar, dan kemampuan menghadapi kesulitan, kami bisa meraih hal-hal luar biasa,” katanya.













