banner 728x250
Dunia  

Iran Gempur Dubai Pakai Rudal Presisi, 500 Tentara Amerika Serikat Diklaim Jadi Korban

Ilustrasi. Peti mati berisi jenazah enam anggota Komando Pendukung ke-103 Angkatan Darat AS diangkut (FOTO: Al Jazeera/Reuters).

ABNnews – Markas Besar Komando Pusat Iran, Khatam Al Anbiya, mengeluarkan klaim mengejutkan. Mereka menyebut lebih dari 500 personel militer Amerika Serikat (AS) tumbang akibat serangan balasan Teheran yang menyasar Dubai, Uni Emirat Arab, pada Sabtu (28/3/2026).

Juru bicara Khatam Al Anbiya menyatakan bahwa intelijen Iran berhasil mengidentifikasi dua lokasi persembunyian tentara AS di Dubai. Kota di UEA ini memang dikenal menampung aset militer Negeri Paman Sam di kawasan Teluk.

Dalam keterangannya yang dikutip kantor berita Tasnim, juru bicara tersebut memaparkan rincian serangan mematikan itu. Dua lokasi strategis dihantam menggunakan rudal presisi dan drone dari Angkatan Dirgantara serta Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

“Ada lebih dari 400 orang di lokasi pertama dan lebih dari 100 orang di lokasi kedua di Dubai. Keduanya menjadi sasaran rudal presisi dan drone, mengakibatkan korban sangat besar di pihak mereka,” tegas juru bicara tersebut.

Bahkan, dilaporkan ambulans sibuk mengevakuasi para komandan dan tentara AS yang tewas maupun terluka selama berjam-jam.

Tak hanya aksi militer, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga melempar peringatan keras melalui platform X. Ia mendesak negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah agar tidak membiarkan wilayah mereka dijadikan pangkalan perang oleh “musuh” Teheran.

“Kepada negara-negara kawasan: Jika Anda menginginkan pembangunan dan keamanan, jangan biarkan musuh kami menjalankan perang dari wilayah Anda,” tulis Pezeshkian.

Pernyataan ini seolah menjadi ultimatum bagi negara-negara Arab yang masih menampung pangkalan militer AS. Iran menegaskan tidak akan ragu membalas dengan keras jika infrastruktur atau pusat ekonomi mereka digempur.

Konflik besar ini sendiri pecah sejak 28 Februari lalu, dipicu oleh serangan udara AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sejak saat itu, mata rantai kekerasan terus berlanjut. Israel bahkan mengumumkan rencana peningkatan intensitas serangan hampir setiap hari ke wilayah Iran.

Dengan serangan terbaru ke Dubai ini, perang tampak makin meluas dan menyeret negara-negara di sekitar Teluk Persi. Kawasan Timur Tengah kini benar-benar berada di ambang ketidakpastian total.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *