ABNnews – Jagat media sosial di Bali dihebohkan dengan aksi seorang Kepala Sekolah (Kepsek) SD di wilayah Kecamatan Melaya, Jembrana, berinisial SK. Pak Kepsek kedapatan meninggalkan komentar yang dianggap tidak senonoh pada unggahan seorang konten kreator Instagram bernama Siti. Namun, SK berkilah bahwa komentar tersebut hanyalah sebuah kesalahan ketik alias typo.
Dalam tangkapan layar yang viral, akun Instagram milik SK terlihat menuliskan kata ‘lolok’ di kolom komentar. Padahal, dalam bahasa Bali, kata tersebut merujuk pada alat kelamin laki-laki.
“Siti Kamu kok suka lolok?” tulis SK sebagaimana dilansir detikcom, Jumat (27/3/2026). Sontak, komentar tersebut memancing reaksi keras dari netizen.
Klarifikasi Disdikpora: Ngakunya Mau Ketik Jamu
Merespons kegaduhan tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana tak tinggal diam. SK langsung dipanggil menghadap pada Rabu (25/3) untuk memberikan penjelasan.
“Kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi sekaligus pembinaan. Kami memberikan teguran lisan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra.
Dalam pemeriksaannya, SK mengaku awalnya berniat mengomentari konten Siti yang sedang membahas tentang ‘loloh’ atau jamu tradisional khas Bali. Namun, karena jempol yang kurang pas saat menekan layar, kata ‘loloh’ malah berubah jadi ‘lolok’.
Sudah Minta Maaf dan Bikin Surat Pernyataan
Anom menambahkan, SK sangat menyesali kekeliruan tersebut. Ia menyebut sang Kepsek sudah menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam bermedia sosial.
“Yang bersangkutan menyatakan salah ketik karena sebenarnya ingin menulis ‘loloh’. Beliau juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan tersebut dan membuat surat pernyataan,” imbuh Anom.
SK sendiri terpantau sudah menuliskan permohonan maafnya di kolom komentar video milik Siti. Ia berkali-kali menegaskan bahwa hal tersebut murni karena salah pencet tombol di keyboard ponselnya.













