ABNnews — Para pendatang yang akan mengadu nasib di ibu kota diingatkan untuk mempersiapkan diri dengan keterampilan, pekerjaan yang pasti dan kemampuan ekonomi memadai agar tidak menambah persoalan baru.
“Pendatang harus datang dengan rencana yang jelas, bukan sekadar berharap keberuntungan,” kata senator anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi.
Menurut dia, arus pendatang baru setelah Lebaran kembali mengalir ke ibu kota menegaskan bahwa posisi Jakarta masih sebagai tujuan utama masyarakat daerah untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.
Namun di balik daya tarik tersebut, kata Nabilah, tekanan terhadap daya tampung kota kini kian meningkat. Untuk itu, kata dia seperti dilansir dari antaranews, fenomena ini perlu direspons dengan pendekatan yang tegas namun tetap bersifat humanis.
Ia juga mengingatkan para pendatang agar tidak datang tanpa kesiapan keterampilan, pekerjaan yang pasti dan kemampuan ekonomi yang memadai.
“Jakarta memang masih menjadi primadona, tetapi kita harus realistis karena hidup di kota ini tidak lah mudah,” ujarnya.
Dia pun meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pendataan dan pengawasan administratif kependudukan, sekaligus memberikan edukasi kepada calon pendatang mengenai kondisi riil lapangan kerja dan biaya hidup di ibu kota.
Menurut Nabilah, urbanisasi tanpa persiapan hanya akan menambah persoalan baru, mulai dari meningkatnya pengangguran hingga bertambahnya permukiman tidak layak huni.
“Kota ini terbuka bagi siapa pun, tetapi mari bersama menjaga agar kota ini tetap tertib dan layak bagi seluruh warganya,” katanya.













