ABNnews – Pengalaman hidup memang sering kali menjadi guru terbaik. Hal inilah yang dirasakan oleh Risky, founder BeeFam’s. Bisnis madu trigona yang ia rintis sejak 2018 di Jakarta Barat ternyata berakar dari momen heroiknya saat menjadi relawan Gempa Lombok.
Kala itu, Risky melihat langsung bagaimana madu lebah trigona menjadi penyelamat bagi para penyintas di tengah keterbatasan makanan dan obat-obatan.
“Madu tersebut dimanfaatkan untuk menjaga stamina, membantu pemulihan tubuh, dan menjadi alternatif nutrisi ketika akses makanan sangat terbatas,” kenang Risky dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Ciri Khas Rasa Asam Jadi Unggulan
Tergerak oleh manfaat besar tersebut, Risky akhirnya menekuni budidaya lebah trigona secara serius. BeeFam’s hadir dengan produk andalan berupa Madu Trigona dan Bee Polen Trigona.
Berbeda dengan madu biasa, madu trigona milik BeeFam’s memiliki karakter rasa yang sedikit asam. Keunikan rasa inilah yang justru menjadi senjata utama Risky untuk memikat hati para pelanggan.
Geliat Bisnis Berkat Digitalisasi
Tak mau sekadar jualan, Risky melebarkan sayap pemasarannya secara masif. Produk BeeFam’s kini mejeng di berbagai kanal, mulai dari Offline: Gerai fisik, pameran, dan event. Online: Marketplace, social commerce, hingga jejaring reseller. Serta B2B: Kerja sama antar perusahaan.
Hasilnya? Jangkauan pembeli BeeFam’s kini tidak hanya di sekitar Jakarta, tapi sudah terbang antar kota hingga antar pulau.
‘Naik Kelas’ Lewat LinkUMKM BRI
Kunci sukses BeeFam’s juga tak lepas dari keberanian Risky untuk terus belajar. Ia memanfaatkan platform LinkUMKM BRI untuk memperkuat soft skill dan hard skill dalam berbisnis.
“Saya melihat LinkUMKM BRI menyediakan banyak materi edukasi, pelatihan, serta kesempatan terhubung dengan pelaku UMKM lainnya di seluruh Indonesia. Hal tersebut membuat saya tertarik untuk bergabung karena BeeFam’s ingin terus berkembang,” tuturnya.
Untuk urusan transaksi, Risky juga sudah “melek” digital. BeeFam’s aktif menggunakan layanan BRI seperti QRIS BRI, pembiayaan, hingga tabungan. Penggunaan pembayaran nontunai ini diakui Risky membuat pencatatan keuangan usahanya jadi lebih tertib dan praktis.
Komitmen BRI Dorong UMKM Go Digital
Hingga akhir 2025, LinkUMKM sendiri telah merangkul lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memperkuat kapasitas UMKM melalui ekosistem pembelajaran yang relevan.
“Kami mendorong UMKM memanfaatkan ekosistem pendampingan agar pengelolaan usaha berjalan lebih terarah dan adaptif. BRI berkomitmen memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan,” pungkas Akhmad.













