banner 728x250

Laga Emosional, Como Persembahkan Kemenangan 5-0 atas Pisa untuk Michael Bambang Hartono

Como persembahkan kemenangan atas Pisa untuk mendiang Michael Bambang Hartono. (Foto: istimewa)

ABnnews — Como 1907 pesta gol saat meraih kemenangan 5-0 ketika menjamu Pisa pada pekan ke-30 Liga Italia 2025/26 di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Minggu (22/03) malam WIB.

Sebanyak lima gol tuan rumah masing-masing dicetak oleh Assane Diao menit ketujuh, Anastasios Douvikas (29′, Martin Baturina (48′), Nico Paz (75′), dan Maximo Perrone (81′).

Tambahan tiga poin ini membuat Como 1907 tetap kokoh di peringkat empat, atau zona Liga Champions dengan koleksi 57 poin menjelang jeda internasional.

Sementara Pisa semakin terpuruk di dasar klasemen dengan hanya meraih 18 poin dari 30 pertandingan, demikian yang dilansir laman resmi Lega Serie A.

Sebelum pertandingan dimulai, seluruh pemain dan ofisial mengheningkan cipta selama satu menit sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada kepada pemilik klub, Michael Bambang Hartono yang wafat pada Kamis (19/03).

Kemenangan ini pun menjadi persembahan emosional bagi sosok yang memiliki arti penting bagi klub. “Hari ini adalah kemenangan yang sangat penting. Kami kehilangan orang yang sangat penting di klub, tetapi kami di sini berkat orang-orang yang percaya pada klub, pada kota ini,” kata pelatih Como 1907, Cesc Fabregas.

“Kami tidak boleh melupakannya. Ini harus dikenang dengan penuh kasih sayang, kemenangan untuk Michael dan seluruh keluarga Hartono,” ujar dia menambahkan.

Cesc mengungkap, ia dan para pemain sudah menyadari bahwa pertandingan kali ini akan sangat berbeda, mengingat suasana duka yang menyelimuti klub Italia tersebut.

Oleh karena itu mantan pemain ArsenL sangat puas dengan penampilan anak-anak asuhnya yang dinilainya menyerang dengan baik untuk dua gol pertama serta cukup konsisten untuk bermain cerdas hingga menang telak lima gol tanpa balas.

“Saya mau menyampaikan duka cita untuk keluarga Hartono atas apa yang sudah mereka berikan kepada kota dan klub kami,” ujarnya.

Como saat ini tengah berada di salah satu periode terbaik mereka setelah sempat terpuruk di kasta keempat sepak bola Italia sebelum diakusisi grup Djarum melalui SENT Entertainment dengan nilai sekitar 800 ribu euro atau setara Rp12,5 miliar.

Sejak saat itu, Como menunjukkan perkembangan pesat dengan melesat naik tiga kasta dalam waktu lima tahun. Mereka menjuarai Serie C pada 2021 dan akhirnya kembali ke Serie A setelah penantian 21 tahun.

Di bawah arahan Fabregas, Como kini menjelma menjadi tim kompetitif yang dihuni banyak pemain muda berbakat. Pada musim ini, mereka bahkan mampu bersaing di papan atas klasemen dan membuka peluang tampil di Liga Champions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *