ABNnews – Kemacetan horor melanda kawasan Exit Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada H+2 Lebaran, Senin (23/3/2026). Antrean kendaraan terpantau mengular panjang sejak pagi hari, membuat mobil pribadi dan motor terjebak dalam kondisi nyaris tak bergerak.
Dilansir detikjabar.com hingga pukul 10.00 WIB, kepadatan “pecah” mulai dari akses keluar tol hingga merambat jauh ke jalan arteri. Petugas kepolisian tampak sibuk berjibaku mengatur arus di tengah gempuran volume kendaraan yang terus meningkat signifikan.
Keluar Tol Langsung ‘Parkir’
Andri (34), salah seorang pengendara asal Bogor, mengaku dibuat geleng-geleng kepala dengan kondisi lalu lintas hari ini. Ia terjebak macet parah tepat setelah meninggalkan gerbang tol menuju jalur arteri Sukabumi.
“Dari keluar tol sampai sini (arteri) bisa lebih dari satu jam. Nyaris nggak bergerak sama sekali, cuma merayap sedikit-sedikit. Macetnya parah!” keluh Andri saat ditemui di kawasan Parungkuda.
Biang Kerok: Bottleneck Jembatan
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menjelaskan bahwa biang kerok kemacetan ini adalah penyempitan jalur atau bottleneck. Kendaraan dari jalan tol yang semula memiliki tiga lajur tiba-tiba harus “diperas” masuk ke jalur arteri yang hanya satu lajur.
“Terjadi bottleneck setelah keluar Exit Tol Parungkuda masuk arteri. Dari tiga lajur (terjadi penyempitan) menjadi satu lajur di jembatan yang saat ini dalam proses pembangunan,” ungkap Samian.
Selain di Parungkuda, titik lelah pengendara juga tersebar di beberapa lokasi langganan macet seperti: Pasar Cibadak, Jembatan Angkrong serta Kawasan Sundawenang.
Efek Ganda Tol Fungsional Seksi 3
Meskipun Tol Bocimi Seksi 3 (Cibadak-Karangtengah) sudah dibuka secara fungsional untuk memecah arus ke arah Kota Sukabumi dan Cianjur, hal ini justru menciptakan “titik api” baru. Kepadatan kini terpantau mulai merembet ke jalur alternatif Nagrak-Karangtengah.
“Saat ini termonitor beban jumlah kendaraan dan kapasitas jalan memang tidak sebanding. Rekayasa lalin yang kami lakukan sifatnya hanya memperingan atau mengurangi kepadatan,” tambah Samian.
Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih terus bersiaga melakukan pengaturan di lapangan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan selalu mengikuti arahan petugas guna menghindari jebakan macet yang lebih parah.













