banner 728x250

Hampir 1 Juta Orang Masih ‘Gentayangan’ di Angkutan Umum Saat Hari H Lebaran

Foto dok Kemenhub

ABNnews – Meski sudah memasuki hari H Lebaran, animo masyarakat untuk bepergian ternyata masih sangat tinggi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 873.916 orang masih “gentayangan” alias melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum tepat di hari raya, Sabtu (21/3/2026).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyebut angka tersebut menunjukkan pergerakan yang terkendali meski volume penumpang tergolong padat di sejumlah simpul transportasi.

“Moda transportasi terbanyak yang digunakan masyarakat masih kereta api,” ujar Titis di Jakarta, Minggu (22/3/2026).

Kereta Api Jadi Jawara Mudik Hari H

Berdasarkan data harian Kemenhub, moda kereta api mendominasi dengan total 364.649 penumpang pada hari H Lebaran. Disusul oleh angkutan udara (pesawat) sebanyak 206.785 orang, dan kapal penyeberangan sebanyak 177.564 orang. Sementara itu, bus mengangkut 103.777 orang dan kapal laut 21.141 orang.

Secara kumulatif, total pemudik angkutan umum sejak H-8 hingga hari H mencapai 10.887.584 orang. Angka ini naik 8,58% dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025.

Rapor Ketepatan Waktu: Kereta Paling ‘On Time’

Kemenhub juga merilis tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) moda transportasi pada hari H:
* Kereta Api: 97% – 99% (Juara!)

* Angkutan Laut: 95,92%

* Pesawat Domestik: 88,09%

* Pesawat Internasional: 69,31%

* Bus (Angkutan Darat): 64,97% (Paling rendah)


Data kendaraan juga menunjukkan angka yang fantastis. Di ruas jalan tol Jabodetabek, tercatat 380.753 unit kendaraan bergerak keluar-masuk. Namun, kepadatan lebih terasa di ruas jalan arteri keluar Jabodetabek yang menembus angka 601.275 unit.

Waspada Puncak Arus Balik 24 Maret!

Kemenhub kini mulai mengalihkan fokus pada penanganan arus balik. Titis mewanti-wanti masyarakat bahwa puncak arus balik diprediksi bakal meledak pada Selasa, 24 Maret 2026 (H+3).

“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal guna menghindari waktu-waktu puncak,” tegas Titis.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik, memastikan kendaraan layak jalan, serta hanya menggunakan moda transportasi resmi berizin demi keamanan selama perjalanan pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *