ABNnews — Ribuan jemaah Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) pada Jumat (20/03), menyoraki Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat hendak memberikan sambutan.
Aksi spontan ini sebagai bentuk protes atas keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi yang menolak izin penggunaan Lapangan Merdeka (Lapdek) untuk pelaksanaan salat Id warga Muhammadiyah. Jemaah menilai pemerintah daerah tidak konsisten dalam menjunjung toleransi di internal umat beragama.
Rozak Daud, jemaah asal Kecamatan Cikole, menyebut penolakan fasilitas publik tersebut sebagai potret minimnya dukungan pemerintah terhadap perbedaan.
“Secara prosedural sudah kami ajukan jauh-jauh hari. Walaupun pemerintah punya hak menolak, ini gambaran bahwa pemerintah tidak toleran di internal umat Muslim sendiri,” kata Rozak.
Kekecewaan jemaah semakin memuncak karena persoalan akses fasilitas ibadah sempat menjadi materi debat saat Pilkada lalu. Seperti dilansir dari liputan6.com, saat itu Ayep Zaki berjanji akan memfasilitasi seluruh golongan tanpa pandang bulu.
“Janji seorang calon pemimpin saat itu ternyata jauh dengan praktiknya hari ini. Kami menganggap pemerintah tidak adil. Apa yang diucapkan dalam pidato tadi tidak sejalan dengan praktik kekuasaannya,” tambah Rozak.
Meski berada di bawah tekanan sorakan jemaah, Wali Kota Ayep Zaki tetap naik ke mimbar. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa Pemkot Sukabumi secara resmi akan melaksanakan salat Id pada Sabtu (21/03) mengikuti ketetapan pusat.
Namun, dia menegaskan tetap merangkul warga yang merayakan hari ini. Di akhir sambutan, Ayep secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan yang dinilai kurang berkenan.
“Kami memohon maaf apabila kebijakan Wali Kota Sukabumi kurang berkenan. Kedepannya, kami akan senantiasa merangkul seluruh warga dan berdialog untuk mencari solusi terbaik,” ungkap Ayep Zaki.













