ABNnews – Suara lantang datang dari kalangan rakyat kecil dan pedagang kaki lima (PKL) menyikapi memanasnya konflik di Timur Tengah. Pemerintah diminta menjamin pasokan energi bersubsidi tetap aman guna menghindari potensi kerusuhan atau gejolak sosial di tengah masyarakat.
Ketua Umum Asosiasi PKL APKLI Perjuangan, dr. Ali Mahsun ATMO, secara khusus memberikan pesan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Menurutnya, negara harus pasang badan menjamin ketersediaan BBM dan LPG 3 kg di tengah lonjakan harga minyak mentah dan gas alam dunia dampak perang AS-Israel vs Iran.
“Berapapun biaya atau beban APBN RI 2026, bahkan defisit di atas 3% pun yang harus ditanggung, pemerintah wajib mencegah kelangkaan BBM dan Gas LPG 3 kg bersubsidi. Kenapa? Karena bisa timbulkan gejolak sosial di masyarakat!” tegas Ali Mahsun di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Dukung Perintah Presiden Prabowo
Ali Mahsun menyatakan bahwa rakyat kecil, khususnya PKL dan pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia, mendukung penuh langkah mitigasi yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya adalah instruksi untuk “kencangkan ikat pinggang” demi menghadapi ketidakpastian global.
“Kami tidak ingin, bahkan tidak rela terjadi gejolak sosial politik akibat kelangkaan BBM dan Gas LPG 3 kg yang akhirnya sulit dikendalikan,” tuturnya.
Pesan untuk Rakyat dan Para Elit
Menghadapi situasi sulit ini, Ali Mahsun juga memberikan beberapa poin imbauan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan:
* Hemat Energi: Rakyat kecil diminta hanya belanja kebutuhan mendasar dan menghemat penggunaan BBM serta LPG 3 kg dalam aktivitas harian.
* Perkuat Persatuan: Memperkokoh gotong royong dan kesatuan antar-anak bangsa agar tidak mudah diprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
* Prioritas Nasional: Mengajak para elit bangsa untuk menanggalkan perbedaan politik dan mengutamakan kepentingan nasional.
“Kepada segenap elit dan kekuatan elemen bangsa, mari tanggalkan segala varian perbedaan. Utamakan kepentingan nasional, kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” pungkas sosok yang juga pernah menjabat Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 tersebut.













