banner 728x250

Kapolri Buka-bukaan Progres Kasus Air Keras Andrie Yunus, Pelaku Segera Diciduk?

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Ist)

ABNnews – Kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan jajarannya tengah tancap gas mengusut tuntas kasus tersebut sesuai instruksi Kepala Negara.

“Kemarin Bapak Presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas, tentunya saat ini Polri sedang bekerja,” ujar Jenderal Sigit kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).

Ia menyebut tim di lapangan terus bergerak mengumpulkan kepingan alat bukti. Fokus utama saat ini adalah membedah puluhan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap identitas pelaku.

“Kemarin sudah ditampilkan 86 CCTV dan saat ini itu sedang dilakukan pendalaman. Kita tidak berhenti sampai di situ, mencari sumber-sumber informasi dan alat bukti lain agar kasus ini terang benderang,” tegas Sigit.

Waspada Hoaks Foto AI Penyesat!

Di tengah proses penyelidikan, publik sempat dihebohkan dengan beredarnya foto screenshot CCTV yang diklaim sebagai terduga pelaku. Namun, Polda Metro Jaya langsung memberikan klarifikasi tegas bahwa foto tersebut adalah palsu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa gambar yang viral di media sosial tersebut merupakan hasil olahan Artificial Intelligence (AI).

“Kami yakini bahwa itu merupakan hasil dari AI, dan ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan,” ungkap Budi Hermanto.

Pihak kepolisian pun meminta masyarakat untuk tidak termakan informasi yang sengaja dibuat untuk mengintervensi atau mengalihkan fokus penyidikan.

Polisi Minta Ruang dan Waktu

Polri berharap masyarakat bisa memberikan kepercayaan kepada penyidik untuk bekerja secara paripurna. Budi Hermanto menegaskan pihaknya akan segera membekuk pelaku yang melakukan aksi keji tersebut.

“Kami memohon kepada warga untuk memberi ruang kepada penyidik, waktu, agar penanganan penyelidikan ini paripurna dan kita dapat segera mengejar pelaku penyiraman cairan berbahaya kepada aktivis,” imbuhnya.

Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh dua orang pelaku di Jakpus, Kamis (12/3) malam. Peristiwa itu terjadi saat Andrie dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *