banner 728x250

Jakarta Membara! Suhu Tembus 35,6 Derajat Celsius, Ini Daftar Wilayah Paling Hot

Ilustrasi cuaca panas. Foto: FREDERIC J. BROWN / AFP

ABNnews – Warga Jakarta dan sekitarnya mengeluhkan cuaca yang terasa sangat gerah selama akhir pekan kemarin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di ibu kota memang melonjak tajam hingga menembus angka 35,6 derajat Celsius!

Berdasarkan data pemantauan suhu maksimum harian periode 14-15 Maret 2026, wilayah Jakarta Timur resmi menjadi daerah “terpanas” di Indonesia. Suhu tertinggi ini tercatat di Stasiun Meteorologi Halim Perdana Kusuma.

Tak hanya Jakarta, suhu di atas 34 derajat Celsius juga terpantau merata di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.

10 Wilayah Terpanas di Indonesia Versi BMKG

Berikut adalah daftar wilayah dengan suhu maksimum tertinggi hasil pengamatan BMKG:
1. Halim Perdana Kusuma (Jakarta Timur): 35,6°C

2. Ciputat (Tangerang Selatan): 35,5°C

3. Tangerang (Banten): 35,4°C

4. Palangkaraya (Kalteng): 35,2°C

5. Kapuas Hulu (Kalbar): 35,2°C

6. Kotawaringin Barat (Kalteng): 35,2°C

7. Melawi (Kalbar): 34,8°C

8. Kotawaringin Timur (Kalteng): 34,6°C

9. Boven Digoel (Papua): 34,6°C

10. Deli Serdang (Sumut): 34,5°C


Kenapa Cuaca Terasa Sangat Terik?

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan fenomena “gerah maksimal” ini dipicu oleh dinamika atmosfer. Salah satu penyebabnya adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang bergerak ke arah timur.

“Akibatnya pembentukan awan hujan di wilayah Jakarta berkurang. Selain itu, Monsun Asia juga melemah sehingga suplai massa udara lembap tidak sekuat sebelumnya,” jelas Andri.

Kondisi ini membuat radiasi matahari pada siang hari langsung mencapai permukaan bumi tanpa terhalang awan, sehingga suhu udara terasa lebih “menyengat”.

Waspada Cuaca Ekstrem di Masa Pancaroba

Meski siang hari terasa sangat terik, BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan lokal pada sore hingga malam hari masih tetap ada. Hal ini dikarenakan kelembapan udara di wilayah Jakarta masih relatif tinggi.

Data menunjukkan pada 10 Maret lalu, Jakarta Selatan sempat diguyur hujan dengan intensitas 40 mm per hari. Menurut Andri, pola cuaca terik di siang hari diikuti hujan di sore hari merupakan ciri khas periode peralihan musim atau pancaroba.

“Oleh karena itu, meskipun siang hari terasa cukup terik, potensi hujan lokal pada sore atau malam hari masih tetap ada,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *