banner 728x250

BPJPH, MUI, LPPOM, dan ALPHI Sinergi Penyelenggaraan Layanan Jaminan Produk Halal

BPJPH, MUI, LPPOM, dan ALPHI gelar bukber, mempererat ukhuwah sekaligus sinergi kolaborasi dalam penyelenggaraan jaminan produk halal.(Foto: Biro Humas BPJPH)

ABNnews — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar acara buka puasa bersama para stakeholder layanan jaminan produk halal nasional, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Pemeriksa Halal LPPOM, dan Asosiasi Lembaga Pemeriksa Halal Indonesia (ALPHI). Kegiatan yang digelar di Gedung BPJPH Jakarta, Jumat (13/03).

Selain sebagai wadah koordinasi, bukber tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah sekaligus sinergi kolaborasi dalam penyelenggaraan jaminan produk halal.

Acara dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Fatwa MUI Aminuddin Yakub, Ketua LPH LPPOM Muti Arintawati, serta Ketua Umum ALPHI Elvina A Rahayu. Hadir pula Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham bersama para Deputi, Inspektur, Kepala Pusat, Kepala Biro, Direktur, dan jajaran pejabat BPJPH.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, yang hadir secara daring karena pada saat bersamaan menghadiri agenda rapat kabinet di Istana Negara bersama Presiden, dalam sambutannya mengatakan bahwa kebersamaan di antara pemangku kepentingan penyelenggaraan jaminan produk halal sangat penting dalam membangun ekosistem halal nasional yang kuat dan sehat.

“Mari kita bersatu bersama membangun ekosistem halal yang sehat di Indonesia, demi terwujudnya Halal Indonesia untuk masyarakat dunia.” kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, yang akrab disapa Babe Haikal dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (16/03).

Haikal menekankan pentingnya persatuan dan dialog dalam membangun kemajuan bersama. Ia pun mencontohkan teladan para nabi dalam menghadapi perbedaan dan konflik dengan pendekatan dialog.

Merujuk sejarah Islam, Rasulullah SAW selalu menjalin hubungan yang baik serta membangun dialog dengan berbagai pihak, termasuk mereka yang sebelumnya memiliki perbedaan pandangan.

Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa persatuan, kebersamaan, dan komunikasi yang terbuka merupakan kunci dalam membangun kekuatan umat.

“Nilai-nilai tersebut mengajarkan bahwa dialog dan persatuan menjadi kunci untuk membangun kejayaan. Karena itu, mari kita bersatu membangun ekosistem halal yang sehat di Indonesia demi terwujudnya Halal Indonesia untuk masyarakat dunia,” ujar Haikal.

Lebih lanjut, Babe Haikal menambahkan bahwa penguatan ekosistem halal tidak dapat dilakukan hanya oleh satu lembaga saja, melainkan memerlukan kolaborasi yang erat di antara seluruh pemangku kepentingan.

“Kita semua memiliki peran penting dalam ekosistem halal. Dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat antara pemerintah, ulama, lembaga pemeriksa halal, dan seluruh pemangku kepentingan, insya Allah penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Senada, Ketua Badan Pengurus Harian DSN MUI Muhammad Cholil Nafis, juga menegaskan pentingnya menjaga keselarasan langkah bersama dalam penyelenggaraan jaminan produk halal. Menurutnya, meskipun setiap lembaga memiliki peran yang berbeda, namun semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan kehalalan produk yang beredar di masyarakat.

“Acara ini memperkuat keakraban kita. Kita sama-sama mengawal jaminan produk halal yang beredar. Semangat dakwah harus terus dijaga, termasuk menjaga persatuan di antara auditor halal, pengawas halal, dan juga para ulama di Komisi Fatwa,” kata Cholil Nafis.

Ia menambahkan bahwa momen buka puasa bersama ini menjadi simbol penting kebersamaan seluruh elemen ekosistem halal dalam menjalankan amanah kepada umat.

“Buka puasa bersama ini menandakan bahwa kita harus satu haluan dan satu pola. Mari kita jaga kekompakan dan kebersamaan, tidak hanya dalam sertifikasi halal, tetapi juga dalam menjaga amanah umat,” lanjutnya.

Usai acara, Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati menungkapkan harapannya agar pertemuan ini dapat memperkuat kerja sama antara BPJPH dan lembaga pemeriksa halal.

“Terima kasih atas undangan pada sore hari ini. Mudah-mudahan ke depan kita bisa bekerja sama lebih erat lagi, sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan bersama demi penguatan halal bagi masyarakat Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Senada, Ketua ALPHI Elvina A Rahayu juga nenyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan komunikasi dan kebersamaan antar lembaga dalam penyelenggaraan jaminan produk halal.

Acara buka puasa bersama yang berlansung hangat itu dilanjutkan dengan pelaksanaan ibadah sholat Maghrib berjamaah. Melalui momentum Ramadan ini, BPJPH berharap sinergi antar lembaga dalam ekosistem layanan halal menjadi semakin solid, sehingga penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia dapat berjalan lebih baik, terintegrasi, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *