ABNnews – Perang melawan judi online (judol) di Indonesia memasuki babak baru. Tiga developer jenius asal Tanah Air sukses menciptakan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama GambitHunter. Sistem ini punya kemampuan gahar: menjelajah situs haram secara otomatis dan menguliti data rekening bandar!
Inovasi yang dikembangkan oleh Steven Sukma Limanus, Ilham Firdausi Putra, dan Reynaldo Wijaya Hendry ini bukan kaleng-kaleng. Buktinya, tim mereka berhasil menyabet juara kedua dalam ajang bergengsi OpenAI Codex Hackathon di Singapura.
Gunakan GPT-5.2 untuk Klasifikasi Situs
GambitHunter bekerja dalam dua tahap utama yang sangat sistematis. Steven menjelaskan bahwa sistem ini memiliki agen AI yang bertugas sebagai “detektif digital” untuk mencari situs mencurigakan dari berbagai sudut internet.
“Pada tahap eksplorasi kita berusaha mencari situs judi online dari beberapa sumber. Ada AI agent yang secara otomatis melakukan hal ini,” ujar Steven dikutip detikINET, Senin (16/3/2026).
Setelah terkumpul, barulah “otak” AI melakukan verifikasi. “Kami menggunakan model OpenAI GPT-5.2 untuk mengklasifikasikan apakah website tersebut benar-benar situs judi online atau bukan,” tambah Reynaldo Wijaya Hendry atau yang akrab disapa Rey.
Bisa Bikin Akun Dummy & Intip Chat CS
Yang membuat bandar bakal sulit tidur adalah tahap kedua: ekstraksi data. AI ini tidak sekadar memantau, tapi bisa menyusup untuk menemukan jalur transaksi yang digunakan bandar untuk menerima deposit.
Keunggulan ‘Mengerikan’ GambitHunter:
* Ekstraksi Rekening: Mengambil nomor rekening bank atau nomor HP (e-wallet) deposit secara otomatis.
* Akun Dummy: AI mampu membuat akun sendiri untuk menelusuri halaman pembayaran tersembunyi.
* Bukti Visual: Sistem mampu mengekstrak gambar dan nomor rekening sebagai bukti investigasi.
* Sadap Chat: Secara teknis memungkinkan untuk mengambil percakapan dengan customer service situs tersebut.
“Pendekatan ini penting karena rekening pembayaran biasanya lebih sulit diganti oleh bandar dibanding sekadar ganti domain situs,” jelas Rey.
Terinspirasi dari Tragedi Keluarga & Teman
Ide lahirnya GambitHunter bukan sekadar eksperimen teknologi, melainkan keresahan sosial. Steven mengaku tersadar betapa parahnya dampak ekonomi judol terhadap Indonesia, sementara Rey sering mendengar cerita pilu di lingkaran pertemanannya.
“Saya sering mendengar kabar dari teman, bahkan ada yang bercerita sering diminta pinjaman uang oleh keluarganya karena terjerat utang akibat kecanduan judi online,” kenang Rey.
Ilham Firdausi Putra menambahkan, pesatnya teknologi AI saat ini memberikan peluang besar bagi developer untuk menyelesaikan masalah yang sebelumnya sulit dipecahkan.
Dengan kemampuan AI agent yang bisa bergerak dalam skala besar, GambitHunter berpotensi menjadi senjata ampuh bagi pihak berwenang di masa depan.













