ABNnews – AirNav Indonesia kembali menggelar program “Mudik Aman & Nyaman Bersama AirNav 2026”. Tak tanggung-tanggung, BUMN pengatur lalu lintas udara ini memfasilitasi 4.000 pemudik untuk pulang kampung menggunakan moda transportasi kereta api secara cuma-cuma alias gratis!
Pelepasan ribuan pemudik ini dilakukan langsung di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada Minggu (15/3/2026).
“Hari ini, 2.960 pemudik kita berangkatkan untuk mudik ke kampung halaman. Kemudian 1.040 lagi kita fasilitasi untuk kepulangan pada tanggal 29 Maret 2026,” ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia, Azizatun Azhimah.
Kuota Ditambah, Fasilitas Premium
Tahun ini, AirNav menambah kuota sebanyak 1.000 tiket dibanding tahun 2025 lalu yang hanya menyediakan 3.000 tiket. Hal ini dilakukan karena tingginya antusiasme masyarakat. Menariknya, seluruh pemudik diberangkatkan menggunakan rangkaian kereta api kelas ekonomi premium.
Daftar Rute dan Kereta Mudik Gratis AirNav 2026:
* Yogyakarta: KA Bogowonto (Stasiun Lempuyangan) & KA Senja Utama (Stasiun Tugu).
* Semarang: KA Tawang Jaya Premium (Stasiun Semarang Tawang).
* Malang: KA Majapahit (Stasiun Malang Kota Baru).
* Surabaya: KA Jayakarta (Stasiun Surabaya Gubeng).
* Rute Arus Balik: Stasiun Surabaya Gubeng menuju Pasar Senen (29 Maret 2026).
Alasan Pilih Jalur Rel: Lebih Aman & Bebas Macet
Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurcahyo, menjelaskan pemilihan kereta api bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya, terutama bagi pemudik yang nekat menggunakan sepeda motor.
”Ketimbang mereka harus naik sepeda motor ke kampung halamannya, tentunya mudik naik kereta api akan jauh lebih aman. Selain itu juga bebas macet dan yang pasti nyaman,” ungkap Nurcahyo.
Waspada ‘Hazard’ di Langit Lebaran
Sembari mengawal arus mudik di darat, AirNav tetap fokus pada tugas utamanya di udara. Nurcahyo menegaskan pihaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan navigasi selama periode Lebaran.
Beberapa potensi risiko yang diantisipasi antara lain:
* Cuaca ekstrem dan abu vulkanik.
* Balon udara liar (yang sering diterbangkan saat momen Lebaran).
* Potensi bird strike (tabrakan burung).
* Gangguan operasional bandara maupun maskapai.
“Seluruh personel operasional diingatkan untuk meningkatkan disiplin terhadap prosedur serta koordinasi antarunit untuk menjaga keselamatan penerbangan,” tandasnya.













