banner 728x250

Mudik 2026 Dimulai! 285 Ribu Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta, Mayoritas ke Trans Jawa

Ilustrasi. Foto: Jasa Marga

ABNnews – Arus mudik Lebaran 2026 resmi dimulai. PT Jasa Marga mencatat sebanyak 285 ribu kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat, Jumat (13/3/2026).

Angka tersebut setara dengan 14 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan bakal keluar dari Jakarta selama periode mudik tahun ini.

“Dari proyeksi Jasa Marga terhadap jumlah kendaraan saat ini sudah keluar dari Jakarta sebesar 14 persen. Tentu ini masih bisa tanpa dikendalikan, tanpa rekayasa lalu lintas,” ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantoro, di Gedung JTMC Jasa Marga, Bekasi, Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Trans Jawa Mendominasi, Jalur Bandung Masih Landai

Berdasarkan pantauan terkini, mayoritas pemudik masih memilih jalur Tol Trans Jawa sebagai tujuan utama. Sementara itu, arus kendaraan menuju wilayah lain seperti Bandung terpantau belum menunjukkan kenaikan yang berarti.

“Sebarannya juga masih sama, terlihat sebaran ke arah Trans Jawa paling mendominasi. Yang lain-lainnya belum tampak, seperti ke arah Bandung juga belum tampak jumlah dari yang diproyeksikan,” tambah Rivan.

Waspada Lonjakan di Akhir Pekan

Meski arus masih tergolong lancar tanpa rekayasa lalu lintas (seperti one way atau contraflow), Jasa Marga mewanti-wanti adanya potensi lonjakan pergerakan kendaraan dalam dua hari ke depan.

“Masih ada kemungkinan nanti di hari Sabtu, Minggu, akan ada pergerakan lagi,” jelasnya.

Proyeksi Distribusi Kendaraan Mudik 2026:
* Total Kendaraan Keluar Jakarta: 3,5 Juta unit.

* Arah Merak: 28 persen.

* Arah Timur & Cipularang: 50 persen.

* Arah Bogor: 20 persen.

* Puncak Arus Mudik: Diprediksi Rabu, 18 Maret 2026.


Mengingat volume kendaraan yang akan terus bertambah, masyarakat diimbau untuk merencanakan waktu keberangkatan dengan matang. Pastikan saldo e-Toll cukup dan pantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi Travoy untuk menghindari kemacetan parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *