banner 728x250

Mabes Polri Turun Tangan! Kasus Penyerangan Andrie Yunus Masuk Skala Prioritas Utama

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.

ABNnews – Mabes Polri bersama Polda Metro Jaya memberikan perhatian serius terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Polisi kini menjadikan pengusutan kasus ini sebagai prioritas utama.

“Perkara ini menjadi prioritas dan konsentrasi Mabes Polri dan Polda Metro Jaya,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Hingga saat ini, tim gabungan dari Polres Jakarta Pusat dan Ditkrimum Polda Metro Jaya terus memburu pelaku. Penyidik juga tengah mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian menggunakan metode scientific investigation.

Detik-detik Mencekam Terekam CCTV

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, peristiwa brutal tersebut bermula saat dua orang pria yang berboncengan motor melintas di lokasi. Kedua pelaku tampak memutar balik motornya hingga berpapasan langsung dengan korban.

Seketika, pelaku menyiramkan air keras ke arah Andrie yang tengah mengendarai motor. Korban pun terjatuh dari motornya dan berteriak histeris menahan rasa sakit yang luar biasa.

“Aah… aah… aah…. panas… panas… panas. Air keras… air keras. Ya Allah tolong, air keras… air keras… air keras,” teriak Andrie dalam rekaman tersebut.

Dalam video tersebut, terlihat Andrie langsung berusaha membuka pakaiannya yang koyak akibat reaksi kimia air keras. Sebagian besar badannya tampak melepuh.

Warga yang mendengar teriakan histeris korban langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan.

“LBH ya? LBH?” tanya salah seorang warga di lokasi. “KontraS,” jawab korban sambil menahan sakit.

Kombes Budi Hermanto menambahkan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk segera mengungkap identitas pelaku dan motif di balik serangan ini.

“Saat ini masih dilakukan penyidikan intensif untuk menemukan pelakunya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *