banner 728x250

Duel Sengit! Kapolsek di Garut Hajar Preman ‘Tito Kobra’ Gegara Tak Terima Ditegur Mokel

Polisi berkelahi dengan preman kampung di Garut (Foto: Istimewa).

ABNnews – Sebuah video amatir yang memperlihatkan aksi duel antara seorang Kapolsek dengan preman kampung di Kabupaten Garut viral di media sosial.

Usut punya usut, keributan dipicu lantaran sang preman tak terima ditegur saat asyik makan di siang hari alias mokel pada bulan Ramadan.

Personel Polri yang terlibat dalam video viral berdurasi 4 menit tersebut adalah Kapolsek Pakenjeng, Iptu Muslih Hidayat. Lawannya adalah seorang pria yang dikenal sebagai preman wilayah tersebut bernama Tio alias Tito Kobra.

“Kamu pikir saya takut sama kamu?” teriak Iptu Muslih dikutip detikJabar, Sabtu (14/3/2026).

Kronologi: Razia ‘Mokel’ Berujung Dendam

Iptu Muslih membeberkan bahwa gesekan bermula sekitar 10 hari lalu saat dirinya melakukan patroli di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Pakenjeng usai kegiatan Safari Ramadan.

Kala itu, Muslih menemukan kerumunan pemuda yang sedang asyik makan dan minum di siang hari. Muslih pun memberikan pembinaan berupa hukuman push-up kepada 8 pemuda, termasuk Tito Kobra, sesuai dengan Maklumat Bupati Garut.


Namun, pada Jumat (13/3) sore, Tito Kobra tiba-tiba menghampiri Muslih yang sedang bersiap berbagi takjil. Ia mengaku tersinggung dan merasa nama baiknya dicemarkan gara-gara razia tersebut.

Ancam Bunuh Kapolsek dan Camat

Situasi memanas saat Tito Kobra mulai memaki dan mengeluarkan kata-kata kasar. Puncaknya, preman tersebut melontarkan ancaman pembunuhan.

“Saat berlalu, dia bicara… kalau begitu, ku aing dipaehan Camat sakalian jeung Kapolsekna (kalau begitu, saya bunuh Camat sekalian sama Kapolseknya),” ungkap Muslih menirukan ucapan Tito.

Mendengar ancaman nyawa tersebut, Muslih langsung bergerak melumpuhkan Tito. Perlawanan sengit pun terjadi hingga keduanya terlibat baku hantam selama 4 menit sebelum akhirnya sang preman menyerah.

Hasil Penggeledahan & Penyelidikan:
* Sajam: Polisi menemukan sebilah golok kecil yang dibawa Tito Kobra.

* Kondisi Pelaku: Tito terindikasi dalam pengaruh obat-obatan terlarang saat kejadian.

* Reputasi: Pelaku dikenal sebagai sosok yang meresahkan warga Kecamatan Pakenjeng.


Meski sempat terancam dan terlibat perkelahian, Iptu Muslih memutuskan untuk tidak memproses hukum Tito secara resmi. Ia memilih jalur pembinaan kepada warganya tersebut.

“Meskipun kelakuannya seperti itu, tapi yang bersangkutan adalah masyarakat saya. Sudah menjadi kewajiban saya untuk melakukan pembinaan meskipun terkadang nyawa terancam,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *