banner 728x250

Polda Metro Jaya Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Koordinator KontraS, Andrie Yunus. (Foto: istimewa)

ABNnews — Polda Metro Jaya memburu pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto mengatakan, pelaku diduga berjumlah dua orang. “Kalau informasi awal ada dua orang yang patut diduga, tetapi ini masih kita dalami. Kita sekarang mengedepankan pemulihan dulu kepada korban,” kata  Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/03).

Budi menyebutkan, pihaknya saat ini masih fokus terhadap penanganan medis bagi korban karena kondisi terkini korban belum bisa memberikan keterangan yang banyak kepada Kepolisian.

“Karena pada saat penyiraman ada pengelupasan di bagian tangan, badan, maupun wajah,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat ataupun rekan dari korban apabila ada informasi yang dianggap mungkin tidak penting tetapi bagi penyelidik itu sangat penting, Budi berharap ada komunikasi.

“Polda Metro Jaya termasuk Ditreskrimum pasti juga akan bersama-sama dengan Polres Metro Jakarta Pusat akan mengungkapkan perkara ini,” katanya.

Budi menambahkan pihaknya telah mengambil keterangan dari beberapa saksi, mengolah barang bukti dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun KontraS, Andrie mengalami serangan tersebut pada Kamis (12/03) pukul 23.00 WIB setelah menghadiri acara diskusi podcast bertema Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di kantor YLBHI.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya menyebut Andrie mengalami luka serius akibat serangan tersebut. “Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata Dimas dalam keterangannya.

Peristiwa itu terjadi saat korban mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang. Dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor diduga jenis Honda Beat datang dari arah berlawanan.

Menurut Dimas, kedua pelaku memiliki peran berbeda, yakni sebagai pengemudi dan penumpang. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie hingga mengenai sebagian tubuhnya.

Akibat serangan tersebut, Andrie langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *