ABNnews – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melalui Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta resmi mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran 2026.
Langkah ini diambil untuk mengawal lonjakan penumpang yang diprediksi bakal menembus angka 3 juta orang selama periode mudik dan balik.
Posko ini akan bersiaga selama 18 hari, terhitung mulai hari ini, Jumat (13/3/2026) hingga 30 Maret 2026 mendatang. Sebagai tanda kesiapan, apel gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Bea Cukai, hingga maskapai pun digelar di Terminal 1A.
“Kami memastikan seluruh fasilitas, personel, dan koordinasi antar stakeholder berjalan optimal agar perjalanan pengguna jasa tetap aman, nyaman, dan lancar,” ujar General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, Jumat (13/3/2026).
Bandara tersibuk di Indonesia ini memproyeksikan total pergerakan penumpang mencapai 3.010.993 orang, alias naik 2,22% dibanding tahun lalu. Tak hanya penumpang, pergerakan pesawat juga diprediksi naik 3,43% dengan total 19.891 penerbangan.
Guna mengakomodasi membludaknya pemudik, maskapai telah mengajukan 735 penerbangan tambahan (extra flight), yang terdiri dari: 365 penerbangan domestik dan 370 penerbangan internasional.
Bagi Anda yang akan melakukan perjalanan, perhatikan dua tanggal krusial berikut ini:
* Puncak Arus Mudik: Rabu, 18 Maret 2026 (Estimasi 187.202 penumpang).
* Puncak Arus Balik: Sabtu, 28 Maret 2026 (Estimasi 198.387 penumpang).
Untuk mempermudah koordinasi dan pelayanan, pengelola bandara menyiapkan empat titik posko utama. Posko Utama Terminal 1B, Posko Layanan Terminal 1C, Posko Layanan Terminal 2E, dan Posko Layanan Terminal 3 (Gate 3 Keberangkatan).
Seluruh posko ini akan beroperasi 24 jam nonstop sebagai pusat kendali keamanan dan pelayanan selama masa angkutan Lebaran.
Tak main-main, sebanyak 7.832 personel operasional diterjunkan ke lapangan. Jumlah ini sengaja ditambah 6% dari kondisi normal untuk mengantisipasi kepadatan.
Manajemen juga melakukan berbagai langkah teknis mulai dari normalisasi drainase untuk cegah genangan air, peningkatan pengamanan lewat random check, hingga uji keandalan sistem kelistrikan bandara.
Heru Karyadi mengimbau para calon penumpang untuk ekstra teliti dengan jadwal dan terminal keberangkatan agar tidak salah lokasi.
“Penumpang disarankan untuk datang lebih awal, setidaknya 3 jam sebelum keberangkatan, guna mengantisipasi kepadatan di bandara,” tegasnya.













