banner 728x250

Mendag dorong desainer muda Kudus miliki brand dan perluas pasar

Mendag dorong desainer muda Kudus miliki brand dan perluas pasar. (Foto: istimewa)

ABNnews — Desainer muda di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dituntut untuk tidak hanya bekerja sebagai pekerja lepas, melainkan juga membangun merek sendiri agar mampu bersaing di pasar nasional atau internasional. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso.

“Penguatan industri kreatif dalam negeri perlu dilakukan dengan memperluas pemasaran produk lokal, termasuk melalui kerja sama dengan ritel modern. Langkah tersebut dilakukan agar karya desainer Indonesia, khususnya Kabupaten Kudus dapat masuk dan bersaing di pasar yang selama ini banyak diisi produk luar negeri,” ujar Budi Santoso di Kudus, Kamis (12/3/2026), dilansir dari Antara.

Ditemui seusai mengunjungi SMK NU Banat Kudus, SMK Raden Umar Said, dan SMK Wisuda Karya Kudus, ia mengatakan Pemerintah tengah mendorong business matching para desainer dengan ritel modern sehingga produk-produk desainer lokal bisa dijual.

“Kita kerja sama dengan asosiasinya agar karya anak bangsa bisa masuk, tetapi syaratnya produknya harus bagus,” ujarnya.

Ia menekankan kualitas produk menjadi faktor utama agar desain lokal mampu bersaing dengan produk asing yang banyak dijual di pusat perbelanjaan. Pemerintah juga berupaya mendorong secara bertahap agar produk dalam negeri semakin mendominasi pasar domestik.

Selain itu, Mendag juga mengingatkan para siswa yang bercita-cita menjadi desainer untuk membangun merek sendiri. Dengan memiliki brand, para desainer akan memiliki kendali lebih besar terhadap karya dan pemasarannya.

“Kalau terus menjadi freelancer, nanti yang menentukan adalah brand lain. Karena itu adik-adik harus punya brand sendiri yang nanti menguasai pasar,” ujarnya.

Pemerintah juga menggalakkan penggunaan produk dalam negeri melalui berbagai program, salah satunya gerakan penggunaan produk lokal setiap Kamis di lingkungan kementerian.

“Setiap Kamis kami memakai produk dalam negeri dari atas sampai bawah. Ternyata dampaknya bukan hanya Kamis, tetapi Senin sampai Jumat juga banyak yang memakai produk lokal,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag juga menyinggung upaya pemerintah membantu pemasaran karya siswa sekolah kejuruan, termasuk dari bidang animasi dan fesyen seperti yang dikembangkan di SMK Raden Umar Said Kudus.

Ia mencontohkan kerja sama pemerintah dalam membuka peluang kerja internasional, termasuk melalui misi dagang ke Jerman yang menghasilkan kontrak penempatan sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia.

“Kita ingin meningkatkan ekspor, tidak hanya barang tetapi juga jasa. Tugas kami di Kementerian Perdagangan adalah mencarikan pasar bagi tenaga kerja terampil dari Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Program Manager Djarum Foundation Galuh Paskamagma mengatakan pihaknya selama ini telah membekali siswa SMK dengan kemampuan sesuai standar industri melalui berbagai proyek yang dikerjakan sejak awal masa pendidikan.

Namun, menurut dia, tantangan terbesar yang dihadapi adalah membuka akses pasar bagi talenta-talenta muda tersebut, khususnya untuk menembus pasar internasional.

“Secara jasa kita sudah siap, talentanya sudah siap, tetapi memang kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk memperluas jaringan agar karya teman-teman SMK bisa didistribusikan lebih luas,” ujarnya.

Ia menilai dukungan dari Kementerian Perdagangan sangat penting untuk membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui promosi, pameran, maupun jaringan kerja sama dengan negara lain.

Galuh optimistis ekspor jasa dari sektor ekonomi kreatif seperti animasi dan fesyen memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama jika didukung dengan akses pasar yang lebih luas.

“Dengan dukungan pemerintah, kami optimistis produk dan jasa dari talenta muda ini bisa menembus pasar luar negeri dan memperkuat ekspor Indonesia,” ujarnya.

Lawatan Kementerian Perdagangan turut dihadiri oleh Program Director Djarum Foundation Primadi H. Serad, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris, dan Wakil Bupati Kabupaten Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton.

Nadzar Lendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *