banner 728x250

Siaga Mudik! Garuda Indonesia Group Siapkan 1,3 Juta Kursi dan 449 Penerbangan Tambahan

Foto: garuda-indonesia.com

ABNnews – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bersama anak usahanya, Citilink, bersiap menyambut lonjakan pemudik pada periode Idulfitri 1447 H/2026. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1,3 juta kursi penerbangan telah disiapkan untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat di momen spesial ini.

“Kami memastikan kesiapan layanan penerbangan dapat terpenuhi secara optimal sepanjang periode peak season Lebaran,” ujar Dani dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Dari total 1,3 juta kursi, pembagiannya terdiri dari 616 ribu kursi oleh Garuda Indonesia dan 742 ribu kursi oleh Citilink. Operasional ini akan didukung oleh total 7.634 frekuensi penerbangan.

Kesiapan Armada Garuda Indonesia Group:
* Garuda Indonesia (60 Armada): Boeing 777-300ER, Airbus A330 Series, dan Boeing 737-800NG.

* Citilink (41 Armada): Airbus A320 dan ATR 72-600.


Guna mengantisipasi membludaknya penumpang, Garuda Indonesia Group juga merencanakan 449 penerbangan tambahan (extra flight).

Cek Rute Favorit & Prediksi Puncak Mudik

Sejumlah rute domestik dan internasional diprediksi bakal menjadi primadona selama musim mudik tahun ini.
* Rute Domestik: Jakarta-Padang, Jakarta-Medan, Jakarta-Balikpapan, Jakarta-Pekanbaru, dan Jakarta-Jambi.

* Rute Internasional: Jakarta-Singapura, Jakarta-Jeddah, Jakarta-Madinah, serta Denpasar-Narita.


Catat tanggalnya! Garuda Indonesia memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 24 Maret 2026.

Kabar Gembira: Tiket Diskon hingga 18 Persen!

Kabar baik bagi pemburu tiket murah, Garuda Indonesia Group mengimplementasikan kebijakan stimulus pemerintah. Terdapat potongan harga tiket kelas ekonomi domestik yang berlaku untuk periode terbang 14–29 Maret 2026.

Berkat kombinasi kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100%, penyesuaian Passenger Service Charge (PSC), serta fuel surcharge, harga tiket diproyeksikan turun di kisaran 13–18 persen.

Dani juga memastikan bahwa harga tiket Garuda tetap patuh pada aturan Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan regulator.

“Kami berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sekaligus menghadirkan pengalaman terbang yang aman dan tepat waktu,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *