banner 728x250

3,5 Juta Kendaraan Bakal Tinggalkan Jakarta, Simak Tanggal Prediksi Puncak Arus Mudik

Ilustrasi mudik lebaran. (Foto: istimewa)

ABNnews — Sekitar 3,5 juta kendaraan diperkirakan akan meninggalkan Jakarta melalui jalan tol pada periode mudik Lebaran tahun ini. Lonjakan arus mudik sendiri diprediksi mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret.

Namun demikian, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, memprediksi peningkatan volume lalu lintas mulai terlihat sejak Jumat (13/03) seiring dimulainya masa libur panjang.

“Jadi diperkiraan 3,5 juta kendaraan di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncak ini tanggal 18,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A Purwantono, dalam konferensi pers di JMTC Jatiasih, Bekasi, yang dikutip pada Rabu (12/03).

“Tapi kami perkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat ini. Karena memang dengan adanya liburan yang cukup panjang,” sambung dia.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret atau H+3 Lebaran. Pada periode tersebut sebagian besar pemudik diprediksi mulai kembali ke Jakarta setelah bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

Meski demikian, Rivan mengatakan tidak semua pemudik akan kembali pada waktu yang sama. Sebagian masyarakat diperkirakan masih akan memperpanjang masa tinggal di daerah sebelum kembali ke Jakarta.

“Dan puncak arus balik nantinya adalah tanggal 24 Maret. Ini adalah H+3 dan ada sebagian karena harus membagi silaturahmi ke Jakarta, kembali lagi. Tapi sementara itu ada juga yang sampai dengan di ujung,” tambah Rivan.

Dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta, pergerakan kendaraan diperkirakan akan terbagi ke beberapa arah utama. Sekitar 28% kendaraan diprediksi menuju arah barat melalui jalur menuju Merak.

Sementara sekitar 50% kendaraan diperkirakan bergerak ke arah timur melalui ruas tol menuju wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti melalui Tol Cipularang hingga Purbaleunyi. Adapun 20% kendaraan lainnya bergerak ke arah selatan menuju kawasan Bogor dan sekitarnya.

“Dan dari 3,5 juta ini memang pergerakan kendaraan ini memang berbeda. Jadi 28% itu ke Merak, sementara 50% ke arah timur seperti Cipularang, sementara sisanya adalah 20% adalah ke arah Bogor,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *