banner 728x250

Negosiasi Hampir Selesai, Dua Kapal Pertamina Bakal Bebas dari Teluk Arab

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: istimewa)

ABNnews — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan negosiasi untuk membebaskan dua kargo Pertamina yang terjebak di Teluk Arab akan selesai dalam waktu dekat.

“Ada dua kapal, dua kargo. Itu masih dalam negosiasi, insyaallah sebentar lagi selesai. Sebentar lagi selesai. Doain, ya,” ucap Bahlil di Jakarta, Selasa (10/03).

Pada Senin (02/03), Pertamina International Shipping melaporkan bahwa terdapat empat kapal yang sedang berada di area Timur Tengah, yakni kapal Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak; kapal Pertamina Pride yang telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi; kapal PIS Rinjani, yang saat ini sedang berlabuh di Khor Fakkan, UAE; serta kapal PIS Paragon yang sedang discharge berada di Oman.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pihaknya terus berdialog dengan otoritas Iran demi memastikan keselamatan dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz akibat ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel.

Kemudian, pada Selasa (10/03), PIS menyampaikan dari empat unit kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon.

Saat ini, terdapat dua unit kapal yang masih beroperasi di kawasan Timur Tengah yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di Teluk Arab. Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dilaporkan dalam kondisi aman.

Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

“Selain kapal-kapal tersebut, rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya,” ucap Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita.

Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *